TENTANG KAMI

TANGERANG, BANTEN, Indonesia
JASA CETAK CEPAT MURAH BERKUALITAS Kami SB FINISHING,bergerak di bidang jasa percetakan dan Kami siap melayani segala macam kebutuhan percetakan untuk keperluan promosi dan administrasi perkantoran serta bisnis anda. BROSUR - LEFLET - KATALOG - MAJALAH - BULETIN - KSLENDER - POSTER - KARTU NAMA - KARTU UNDANGAN - HANGTAG - COMPANY PROFILE - BANNER - PACKING - PAPER BAG - STIKER - SABLON - FAKTUR - NOTABON - INVOICE - SURAT JALAN - NOTA BUKTI TERIMA KIRIM BARANG - KOP SURAT - KAOS - SERAGAM - SOVENIR -DLL. Komitmen Kami : Pengiriman Barang Tepat Waktu Garansi Kualitas Percetakan Harga Kompetitif Grapich Desain Prepres Proses Proof Finishing Delivery SETTING - DESIGN - LAYOUT SOLUSI TEPAT UNTUK BISNIS ANDA LAYANAN ANTAR UNTUK JABOTABEK Kami siap datang ke tempat anda untuk jenput data dan antar hasil cetakan. For best price and Quality Hub. 0812 8060 3451 / 0895322124721 PIN BB D12N8007 Terima Kasih.

pertanyaan ROSULULOH buat IBLIS...

0

Assalammualaikum Wr.Wb.
Semoga bermanfaat bagi yg
membacanya
Allah SWT telah memerintahkan
seorang Malaikat menemui Iblis
supaya dia menghadap
Rasulullah saw untuk
memberitahu segala rahasianya,
baik yang disukai maupun yang
dibencinya. Hikmatnya ialah
untuk meninggikan derajat Nabi
Muhammad SAW dan juga
sebagai peringatan dan perisai
kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa
Iblis dan berkata, "Hai Iblis!
Bahwa Allah Yang Maha Mulia
dan Maha Besar memberi
perintah untuk menghadap
Rasullullah saw. Hendaklah
engkau buka segala rahasiamu
dan apapun yang ditanya
Rasulullah hendaklah engkau
jawab dengan sebenar-
benarnya. Jikalau engkau
berdusta walau satu perkataan
pun, niscaya akan terputus
semua anggota badanmu,
uratmu, serta disiksa dengan
azab yang amat keras."
Mendengar ucapan Malaikat
yang dahsyat itu, Iblis sangat
ketakutan. Maka segeralah dia
menghadap Rasulullah SAW
dengan menyamar sebagai
seorang tua yang buta sebelah
matanya dan berjanggut putih
10 helai, panjangnya seperti ekor
lembu.
Iblis pun memberi salam,
sehingga 3 kali tidak juga dijawab
oleh Rasulullah saw. Maka
sambut Iblis (alaihi laknat),
"Ya Rasulullah! Mengapa engkau
tidak mejawab salamku?
Bukankah salam itu sangat mulia
di sisi Allah?" Maka jawab Nabi
dengan marah, "Hai Aduwullah
seteru Allah! Kepadaku engkau
menunjukkan kebaikanmu?
Janganlah mencoba menipuku
sebagaimana kau tipu Nabi
Adam a.s sehingga keluar dari
syurga, Habil mati teraniaya
dibunuh Qabil dengan sebab
hasutanmu, Nabi Ayub engkau
tiup dengan asap beracun ketika
dia sedang sujud sembahyang
hingga dia sengsara beberapa
lama, kisah Nabi Daud dengan
perempuan Urya, Nabi Sulaiman
meninggalkan kerajaannya
karena engkau menyamar
sebagai isterinya dan begitu juga
beberapa Anbiya dan pendeta
yang telah menanggung
sengsara akibat hasutanmu.
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu
sangat mulia di sisi Allah azza
wajalla, cuma salammu saja aku
tidak hendak menjawabnya
karena diharamkan Allah. Maka
aku kenal baik-baik engkaulah
Iblis, raja segala iblis, syaitan dan
jin yang menyamar diri. Apa
kehendakmu datang
menemuiku?"
Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah!
Janganlah engkau marah.
Karena engkau adalah Khatamul
Anbiya maka dapat
mengenaliku. Kedatanganku
adalah diperintah Allah untuk
memberitahu segala tipu dayaku
terhadap umatmu dari zaman
Nabi Adam hingga akhir zaman.
Ya Nabi Allah! Setiap apa yang
engkau tanya, aku bersedia
menerangkan satu persatu
dengan sebenarnya, tiadalah
aku berani
menyembunyikannya."
Maka Iblis pun bersumpah
menyebut nama Allah dan
berkata, "Ya Rasulullah!
Sekiranya aku berdusta barang
sepatah pun niscaya hancur
leburlah badanku menjadi abu."
Apabila mendengar sumpah Iblis
itu, Nabi pun tersenyum dan
berkata dalam atinya, inilah satu
peluangku untuk menyiasati
segala perbuatannya agar
didengar oleh sekalian sahabat
yang ada di majlis ini dan
menjadi perisai kepada seluruh
umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
Hai Iblis! Siapakah sebesar-
besar musuhmu dan
bagaimana aku terhadapmu?"
Jawab Iblis:
"Ya Nabi Allah! Engkaulah
musuhku yang paling besar di
antara segala musuhku di muka
bumi ini."
Maka Nabi pun memandang
muka Iblis, dan Iblis pun
menggeletar karena ketakutan.
Sambung Iblis, "Ya Khatamul
Anbiya! Ada pun aku dapat
merubah diriku seperti sekalian
manusia, binatang dan lain-lain
hingga rupa dan suara pun tidak
berbeda, kecuali dirimu saja
yang tidak dapat aku tiru karena
dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu,
maka terbakarlah diriku menjadi
abu. Aku cabut iktikad / niat
anak Adam supaya menjadi kafir
karena engkau berusaha
memberi nasihat dan pengajaran
supaya mereka kuat untuk
memeluk agama Islam, begitu
jugalah aku berusaha menarik
mereka kepada kafir, murtad
atau munafik. Aku akan menarik
seluruh umat Islam dari jalan
benar menuju jalan yang sesat
supaya masuk ke dalam neraka
dan kekal di dalamnya
bersamaku."
Pertanyaan Nabi (2):
"Hai Iblis! Bagaimana
perbuatanmu kepada makhluk
Allah?"
Jawab Iblis:
"Adalah satu kemajuan bagi
perempuan yang
merenggangkan kedua pahanya
kepada lelaki yang bukan
suaminya, setengahnya hingga
mengeluarkan benih yang salah
sifatnya. Aku goda semua
manusia supaya meninggalkan
sholat, terbuai dengan makan
minum, berbuat durhaka, aku
lalaikan dengan harta benda
daripada emas, perak dan
permata, rumahnya, tanahnya,
ladangnya supaya hasilnya
dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang
bercampur antara lelaki dan
perempuan. Di sana aku
lepaskan sebesar-besar godaan
supaya hilang peraturan dan
minum arak. Apabila terminum
arak itu maka hilanglah akal,
fikiran dan malunya. Lalu aku
ulurkan tali cinta dan terbukalah
beberapa pintu maksiat yang
besar, datang perasaan hasad
dengki hingga kepada pekerjaan
zina.
Apabila terjadi kasih antara
mereka, terpaksalah mereka
mencari uang hingga menjadi
penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan
salah mereka lalu hendak
bertaubat atau berbuat amal
ibadat, aku akan rayu mereka
supaya mereka
menangguhkannya. Bertambah
keras aku goda supaya
menambahkan maksiat dan
mengambil isteri orang. Bila kena
goda hatinya, datanglah rasa ria,
takabur, megah, sombong dan
melengahkan amalnya. Bila pada
lidahnya, mereka akan gemar
berdusta, mencela dan
mengumpat. Demikianlah aku
goda mereka setiap saat."
Pertanyaan Nabi (3):
"Hai Iblis! Mengapa engkau
bersusah payah melakukan
pekerjaan yang tidak
mendatangkan faedah bahkan
menambahkan laknat yang
besar serta siksa yang besar
di neraka yang paling bawah?
Hai yang dikutuk Allah! Siapa
yang menjadikanmu? Siapa
yang melanjutkan usiamu?
Siapa yang menerangkan
matamu? Siapa yang memberi
pendengaranmu? Siapa yang
memberi kekuatan anggota
badanmu?"
Jawab Iblis:
"Semuanya itu adalah anugerah
daripada Allah Yang Maha Besar
juga. Tetapi hawa nafsu dan
takabur membuatku menjadi
jahat sebesar-besarnya. Engkau
lebih tahu bahwa Diriku telah
beribu-ribu tahun menjadi ketua
seluruh Malaikat dan pangkatku
telah dinaikkan dari satu langit
ke satu langit yang tinggi.
Kemudian Aku tinggal di dunia
ini beribadat bersama sekalian
Malaikat beberapa waktu
lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah
SWT hendak menjadikan seorang
Khalifah di dunia ini, maka
akupun membantah. Lalu Allah
menciptakan lelaki (Nabi Adam)
lalu dititahkan seluruh Malaikat
memberi hormat kepada lelaki
itu, kecuali aku yang ingkar.
Oleh karena itu Allah murka
kepadaku dan wajahku yang
tampan rupawan dan bercahaya
itu bertukar menjadi keji dan
kelam. Aku merasa sakit hati.
Kemudian Allah menjadikan
Adam raja di syurga dan
dikurniakan seorang permaisuri
(Siti Hawa) yang memerintah
seluruh bidadari. Aku bertambah
dengki dan dendam kepada
mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu
mereka melalui Siti Hawa yang
menyuruh Adam memakan
buah Khuldi, lalu keduanya
diusir dari syurga ke dunia.
Keduanya berpisah beberapa
tahun dan kemudian
dipertemukan Allah (di Padang
Arafah), hingga mereka
mendapat beberapa orang anak.
Kemudian kami hasut anak
lelakinya Qabil supaya
membunuh saudaranya Habil.
Itu pun aku masih tidak puas
hati dan berbagai tipu daya aku
lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia,
aku beserta bala tentaraku
dengan mudah dapat naik ke
langit untuk mencuri segala
rahasia serta tulisan yang
menyuruh manusia berbuat
ibadat serta balasan pahala dan
syurga mereka. Kemudian aku
turun ke dunia, dan
memberitahu manusia yang lain
daripada apa yang sebenarnya
aku dapatkan, dengan berbagai
tipu daya hingga tersesat dengan
berbagai kitab bid'ah dan carut-
marut.
Tetapi ketika engkau lahir ke
dunia ini, maka aku tidak
dibenarkan oleh Allah untuk
naik ke langit serta mencuri
rahasia, kerana banyak Malaikat
yang menjaga di setiap lapisan
pintu langit. Jika aku berkeras
juga hendak naik, maka Malaikat
akan melontarkan anak panah
dari api yang menyala. Sudah
banyak bala tenteraku yang
terkena lontaran Malaikat itu
dan semuanya terbakar menjadi
abu. Maka besarlah
kesusahanku dan bala tentaraku
untuk menjalankan tugas
menghasut."
Pertanyaan Nabi (4):
"Hai Iblis! Apakah yang
pertama engkau tipu dari
manusia?"
Jawab Iblis:
"Pertama sekali aku palingkan
iktikad / niatnya, imannya
kepada kafir juga ada dari segi
perbuatan, perkataan, kelakuan
atau hatinya. Jika tidak berhasil
juga, aku akan tarik dengan cara
mengurangi pahala. Lama-
kelamaan mereka akan
terjerumus mengikut kemauan
jalanku"
Pertanyaan Nabi (5):
"Hai Iblis! Jika umatku sholat
karena Allah, bagaimana
keadaanmu?"
Jawab Iblis:
"Sebesar-besarnya kesusahanku.
Gementarlah badanku dan
lemah tulang sendiku. Maka aku
kerahkan berpuluh-puluh iblis
datang menggoda seorang
manusia, pada setiap anggota
badannya.
Setengah-setengahnya datang
pada setiap anggota badannya
supaya malas sholat, was-was,
terlupa bilangan rakaatnya,
bimbang pada pekerjaan dunia
yang ditinggalkannya, sentiasa
hendak cepat habis sholatnya,
hilang khusyuknya - matanya
sentiasa menjeling ke kiri kanan,
telinganya senantiasa
mendengar orang bercakap
serta bunyi-bunyi yang lain.
Setengah Iblis duduk di belakang
badan orang yang sembahyang
itu supaya dia tidak kuasa sujud
berlama-lama, penat atau duduk
tahiyat dan dalam hatinya
senantiasa hendak cepat habis
sholatnya, itu semua membawa
kepada kurangnya pahala. Jika
para Iblis itu tidak dapat
menggoda manusia itu, maka
aku sendiri akan menghukum
mereka dengan seberat-berat
hukuman."
Pertanyaan Nabi (6):
"Jika umatku membaca Al-
Quran karena Allah,
bagaimana perasaanmu?"
Jawab Iblis:
"Jika mereka membaca Al-Quran
karena Allah, maka rasa
terbakarlah tubuhku, putus-
putus segala uratku lalu aku lari
daripadanya."
Pertanyaan Nabi (7):
"Jika umatku mengerjakan haji
karena Allah, bagaimana
perasaanmu?"
Jawab Iblis:
"Binasalah diriku, gugurlah
daging dan tulangku karena
mereka telah mencukupkan
rukun Islamnya."
Pertanyaan Nabi (8):
"Jika umatku berpuasa karena
Allah, bagaimana
keadaanmu?"
Jawab Iblis:
"Ya Rasulullah! Inilah bencana
yang paling besar bahayanya
kepadaku. Apabila masuk awal
bulan Ramadhan, maka
memancarlah cahaya Arasy dan
Kursi, bahkan seluruh Malaikat
menyambut dengan suka cita.
Bagi orang yang berpuasa, Allah
akan mengampunkan segala
dosa yang lalu dan digantikan
dengan pahala yang amat besar
serta tidak dicatatkan dosanya
selama dia
berpuasa. Yang menghancurkan
hatiku ialah segala isi langit dan
bumi, yakni Malaikat, bulan,
bintang, burung dan ikan-ikan
semuanya siang malam
mendoakan ampunan bagi
orang yang berpuasa. Satu lagi
kemuliaan orang berpuasa ialah
dimerdekakan pada setiap masa
dari azab neraka. Bahkan semua
pintu neraka ditutup manakala
semua pintu syurga dibuka
seluas-luasnya, serta
dihembuskan angin dari bawah
Arasy yang bernama Angin
Syirah yang amat lembut ke
dalam syurga. Pada hari umatmu
mulai berpuasa, dengan perintah
Allah datanglah sekalian
Malaikat dengan garangnya
menangkapku dan tentaraku, jin,
syaitan dan ifrit lalu dipasung
kaki dan tangan dengan besi
panas dan dirantai serta
dimasukkan ke bawah bumi
yang amat dalam. Di sana pula
beberapa azab yang lain telah
menunggu kami. Setelah habis
umatmu berpuasa barulah aku
dilepaskan dengan perintah agar
tidak mengganggu umatmu.
Umatmu sendiri telah merasa
ketenangan berpuasa
sebagaimana mereka bekerja
dan bersahur seorang diri di
tengah malam tanpa rasa takut
dibandingkan bulan biasa."
Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana seluruh
sahabatku menurutmu?"
Jawab Iblis:
"Seluruh sahabatmu juga adalah
sebesar - besar seteruku. Tiada
upayaku melawannya dan tiada
satu tipu daya yang dapat
masuk kepada mereka. Karena
engkau sendiri telah berkata:
"Seluruh sahabatku adalah
seperti bintang dilangit, jika
kamu mengikuti mereka, maka
kamu akan mendapat petunjuk."
Saidina Abu Bakar al-Siddiq
sebelum bersamamu, aku tidak
dapat mendekatinya, apalagi
setelah berdampingan
denganmu. Dia begitu percaya
atas kebenaranmu hingga dia
menjadi wazirul a'zam. Bahkan
engkau sendiri telah mengatakan
jika ditimbang seluruh isi dunia
ini dengan amal kebajikan Abu
Bakar, maka akan lebih berat
amal kebajikan Abu Bakar.
Tambahan pula dia telah
menjadi mertuamu karena
engkau menikah dengan
anaknya, Saiyidatina Aisyah
yang juga banyak menghafadz
Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al-Khattab pula
tidaklah berani aku pandang
wajahnya karena dia sangat
keras menjalankan hukum
syariat Islam dengan seksama.
Jika aku pandang wajahnya,
maka gemetarlah segala tulang
sendiku karena sangat takut. Hal
ini karena imannya sangat kuat
apalagi engkau telah
mengatakan, "Jikalau adanya
Nabi sesudah aku maka Umar
boleh menggantikan aku",
karena dia adalah orang
harapanmu serta pandai
membedakan antara kafir dan
Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku
tidak bisa bertemu, karena
lidahnya senantiasa bergerak
membaca Al-Quran. Dia
penghulu orang sabar, penghulu
orang mati syahid dan menjadi
menantumu sebanyak dua kali.
Karena taatnya, banyak
Malaikat datang melawat dan
memberi hormat kepadanya
karena Malaikat itu sangat malu
kepadanya hingga engkau
mengatakan, "Barang siapa
menulis Bismillahir rahmanir
rahim pada kitab atau kertas-
kertas dengan dakwat merah,
nescaya mendapat pahala
seperti pahala Usman mati
syahid."
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku
sangat takut karena hebatnya
dan gagahnya dia di medan
perang, tetapi sangat sopan
santun, alim orangnya. Jika iblis,
syaitan dan jin memandang
beliau, maka terbakarlah kedua
mata mereka karena dia sangat
kuat beribadat serta beliau
adalah golongan orang pertama
memeluk agama Islam dan tidak
pernah menundukkan
kepalanya kepada sebarang
berhala. Bergelar 'Ali
Karamullahu Wajhahu' -
dimuliakan Allah akan wajahnya
dan juga 'Harimau Allah' dan
engkau sendiri berkata, "Akulah
negeri segala ilmu dan Ali itu
pintunya." Tambahan pula dia
menjadi menantumu, semakin
aku ngeri kepadanya."
Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau
kepada umatku?"
Jawab Iblis:
"Umatmu itu ada tiga macam.
Yang pertama seperti hujan dari
langit yang menghidupkan
segala tumbuhan yaitu ulama
yang memberi nasihat kepada
manusia supaya mengerjakan
perintah Allah serta
meninggalkan laranganNya
seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu
adalah pelita dunia dan pelita
akhirat."
Yang kedua umat tuan seperti
tanah yaitu orang yang sabar,
syukur dan ridha dengan
karunia Allah. Berbuat amal
soleh, tawakal dan kebajikan.
Yang ketiga umatmu seperti
Firaun; terlampau tamak dengan
harta dunia serta dihilangkan
amal akhirat. Maka akupun
bersukacita lalu masuk ke dalam
badannya, aku putarkan hatinya
ke lautan durhaka dan aku hela
ke mana saja mengikuti
kehendakku. Jadi dia senantiasa
bimbang kepada dunia dan tidak
hendak menuntut ilmu, tiada
masa beramal ibadat, tidak
hendak mengeluarkan zakat,
miskin hendak beribadat.
Lalu aku goda agar minta kaya
dulu, dan apabila diizinkan Allah
dia menjadi kaya, maka
dilupakan beramal, tidak
berzakat seperti Qarun yang
tenggelam dengan istana
mahligainya. Bila umatmu
terkena penyakit tidak sabar dan
tamak, dia senantiasa bimbang
akan hartanya dan setengahnya
asyik hendak merebut dunia
harta, bercakap besar sesama
Islam, benci dan menghina
kepada yang miskin,
membelanjakan hartanya untuk
jalan maksiat, tempat judi dan
perempuan lacur."
Pertanyaan Nabi (11):
"Siapa yang serupa dengan
engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang meringankan
syariatmu dan membenci orang
belajar agama Islam."
Pertanyaan Nabi (12):
"Siapa yang mencahayakan
muka engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang berdosa,
bersumpah bohong, saksi palsu,
pemungkir janji."
Pertanyaan Nabi (13):
"Apakah rahasia engkau
kepada umatku?"
Jawab Iblis:
"Jika seorang Islam pergi buang
air besar serta tidak membaca
doa pelindung syaitan, maka aku
gosok-gosokkan najisnya sendiri
ke badannya tanpa dia sadari."
Pertanyaan Nabi (14):
"Jika umatku bersatu dengan
isterinya, bagaimana hal
engkau?"
Jawab Iblis:
"Jika umatmu hendak
bersetubuh dengan isterinya
serta membaca doa pelindung
syaitan, maka larilah aku dari
mereka. Jika tidak, aku akan
bersetubuh dahulu dengan
isterinya, dan bercampurlah
benihku dengan benih isterinya.
Jika menjadi anak maka anak itu
akan gemar kepada pekerjaan
maksiat, malas pada kebaikan,
durhaka. Ini semua karena
kealpaan ibu bapaknya sendiri.
Begitu juga jika mereka makan
tanpa membaca Bismillah, aku
yang dahulu makan
daripadanya. Walaupun mereka
makan, tiadalah merasa
kenyang."
Pertanyaan Nabi (15):
"Dengan jalan apa dapat
menolak tipu daya engkau?"
Jawab Iblis:
"Jika dia berbuat dosa, maka dia
kembali bertaubat kepada Allah,
menangis menyesal akan
perbuatannya. Apabila marah
segeralah mengambil air wudhu',
maka padamlah marahnya."
Pertanyaan Nabi (16):
"Siapakah orang yang paling
engkau lebih sukai?"
Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang
tidak mencukur atau mencabut
bulu ketiak atau bulu ari-ari
(bulu kemaluan) selama 40 hari.
Di situlah aku mengecilkan diri,
bersarang, bergantung, berbuai
seperti pijat pada bulu itu."
Pertanyaan Nabi (17):
"Hai Iblis! Siapakah saudara
engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang tidur meniarap /
telungkup, orang yang matanya
terbuka(mendusin) di waktu
subuh tetapi menyambung tidur
lagi. Lalu aku lenakan dia hingga
terbit fajar. Demikian jua pada
waktu zuhur, asar, maghrib dan
isya', aku beratkan hatinya
untuk sholat."
Pertanyaan Nabi (18):
"Apakah jalan yang
membinasakan diri engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang banyak menyebut
nama Allah, bersedekah dengan
tidak diketahui orang, banyak
bertaubat, banyak tadarus Al-
Quran dan sholat tengah
malam."
Pertanyaan Nabi (19):
"Hai Iblis! Apakah yang
memecahkan mata engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang duduk di dalam
masjid serta beriktikaf di
dalamnya"
Pertanyaan Nabi (20):
"Apa lagi yang memecahkan
mata engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang taat kepada kedua
ibu bapanya, mendengar kata
mereka, membantu makan
pakaian mereka selama mereka
hidup, karena engkau telah
bersabda, 'Syurga itu di bawah
tapak kaki ibu'"
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read more

DO'A YG MUSTAJAB...

0

Doa Mustajab
"Ya Allah, jangan kembalikan
aku ke keluargakau, dan
limpahkanlah kepadaku
kesyahidan."
Doa itu keluar dari mulut `Amru
bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap
mengenakan baju perang dan
bermaksud berangkat bersama
kaum Muslimin ke medan Uhud.
Ini adalah kali pertama bagi
`Amru terjun ke medan perang,
karena dia kakinya pincang.
Didalam Al-Quran disebutkan:
"Tiada dosa atas orang-orang
buta, atas orang-orang pincang
dan atas orang sakit untuk tidak
ikut berperang." (QC. Al-Fath:17)
Karena kepincangannya itu
maka `Amru tidak wajib ikut
berperang, di samping keempat
anaknya telah pergi ke medan
perang. Tidak seorangpun
menduga `Amru dengan
keadaannya yang seperti itu
akan memanggul senjata dan
bergabung dengan kaum
Muslimin lainnya untuk
berperang.
Sebenarnya, kaumnya telah
mencegah dia dengan
mengatakan: "Sadarilah hai
`Amru, bahwa engkau pincang.
Tak usahlah ikut berperang
bersama Nabi saw."
Namun `Amru menjawab:
"Mereka semua pergi ke surga,
apakah aku harus duduk-duduk
bersama kalian?"
Meski `Amru berkeras,
kaumnya tetap mencegahnya
pergi ke medan perang. Karena
itu `Amru kemudian menghadap
Rasulullah Saw dan berkata
kepada beliau: "Wahai
Rasulullah. Kaumku mencegahku
pergi berperang bersama Tuan.
Demi Allah, aku ingin menginjak
surga dengan kakiku yang
pincang ini."
"Engkau dimaafkan. Berperang
tidak wajib atas dirimu." Kata
Nabi mengingatkan.
"Aku tahu itu, wahai Rasulullah.
Tetapi aku ingin berangkat ke
sana." Kata `Amru tetap
berkeras.
Melihat semangat yang begitu
kuat, Rasulullah kemudian
bersabda kepada kaum `Amru:
"Biarlah dia pergi. Semoga Allah
menganugerahkan kesyahidan
kepadanya."
Dengan terpincang-pincang
`Amru akhirnya ikut juga
berperang di barisan depan
bersama seorang anaknya.
Mereka berperang dengan
gagah berani, seakan-akan
berteriak: "Aku mendambakan
surga, aku mendambakan mati:
sampai akhirnya ajal menemui
mereka.
Setelah perang usai, kaum
wanita yang ikut ke medan
perang semuanya pulang. Di
antara mereka adalah "Aisyah.
Di tengah perjalanan pulang itu
`Aisyah melihat Hindun, istri
`Amru bin Jumuh sedang
menuntun unta ke arah
Madianh. `Aisyah bertanya:
"Bagaiman beritanya?"
"Baik-baik , Rasulullah selamat
Musibah yang ada ringan-ringan
saja. Sedang orang-orang kafir
pulang dengan kemarahan,
"jawab Hindun.
"Mayat siapakah di atas unta
itu?"
"Saudaraku, anakku dan
suamiku."
"Akan dibawa ke mana?"
"Akan dikubur di Madinah."
Setelah itu Hindun melanjutkan
perjalanan sambil menuntun
untanya ke arah Madinah.
Namun untanya berjalan
terseot-seot lalu merebah.
"Barangkali terlalu berat," kata
`Aisyah.
"Tidak. Unta ini kuat sekali.
Mungkin ada sebab lain." Jawab
Hindun.
Ia kemudian memukul unta
tersebut sampai berdiri dan
berjalan kembali, namun
binatang itu berjalan dengan
cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi
merebah ketika di belokkan ke
arah Madinah. Menyaksikan
pemandangan aneh itu, Hindun
kemudian menghadap kepada
Rasulullah dan menyampaikan
peristiwa yang dialaminya: "Hai
Rasulullah. Jasad saudaraku,
anakku dan suamiku akan
kubawa dengan unta ini untuk
dikuburkan di Madinah. Tapi
binatang ini tak mau berjalan
bahkan berbalik ke Uhud
dengan cepat."
Rasulullah berkata kepada
Hindun: "Sungguh unta ini
sangat kuat. Apakah suamimu
tidak berkata apa-apa ketika
hendak ke Uhud?"
"Benar ya Rasulullah. Ketika
hendak berangkat dia
menghadap ke kiblat dan
berdoa: "Ya Allah, janganlah
Engkau kembalikan aku ke
keluargaku dan limpahkanlah
kepadaku kesyahidan."
"Karena itulah unta ini tidak mau
berangkat ke Medinah. Allah
SWT tidak mau mengembalikan
jasad ini ke Madinah" kata beliau
lagi.
"Sesungguhnya diantara kamu
sekalian ada orang-orang jika
berdoa kepada Allah benar-
benar dikabulkan. Diantara
mereka itu adalah suamimu,
`Amru bin Jumuh," sambung
Nabi.
Setelah itu Rasulullah
memerintahkan agar ketiga jasad
itu dikuburkan di Uhud.
Selanjutnya beliau berkata
kepada Hindun: "Mereka akan
bertemu di surga. `Amru bin
Jumuh, suamimu; Khulad,
anakmu; dan Abdullah,
saudaramu."
"Ya Rasulullah. Doakan aku agar
Allah mengumpulkan aku
bersama mereka,: kata Hindun
memohon kepada Nabi.

Read more

"DENGKI"

0

DENGKI
Ada seorang lelaki yang setiap
hari mengunjungi raja. Setelah
bertemu raja, ia selalu berkata,
"Orang yang berbuat baik akan
mendapat balasan, dan orang
yang berbuat buruk, cukup
keburukan itu sebagai
balasannya."
Ada seseorang yang dengki
melihat keakraban lelaki itu
dengan raja. "Lelaki itu memiliki
kedudukan yang dekat dengan
raja, setiap hari ia bertemu raja,"
pikir si pendengki dengan
perasaan kurang senang. Si
pendengki kemudian menemui
raja dan berkata, "Lelaki yang
setiap hari menemuimu, jika
keluar dari sini selalu berbicara
buruk tentang kamu. Ia juga
berkata bahwa bau mulutmu
busuk." Raja terdiam.
Sekeluarnya dari kerajaan,
pendengki duduk di tepi jalan
yang biasa dilalui oleh lelaki
yang akrab dengan raja. Ketika
si lelaki itu lewat dalam
perjalanannya menemui raja. Ia
menghadangnya, "Kemarilah,
singgahlah ke rumahku."
Setelah temannya singgah ke
rumahnya, si pendengki
menawarkan bawang merah dan
putih, dan memaksanya agar ia
memakannya. Karena dipaksa, ia
akhirnya mau juga memakannya
untuk melegakan hati orang itu.
Bau bawang merah dan putih itu
tentu tidak mudah hilang.
Selesai berkunjung ke tempat si
pendengki, lelaki itu
sebagaimana biasa mengunjungi
raja. Sewaktu berjabatan tangan
dengan raja, ia menutup
mulutnya agar raja tidak
mencium bau mulutnya.
"Rupanya benar perkataan
orang itu, ia benar-benar
menganggap mulutku bau," pikir
raja. Sang raja kemudian
memikirkan suatu rencana jahat.
Lelaki itu kemudian duduk dan
berkata sebagaimana biasa,
"Orang yang berbuat baik akan
mendapat balasan, dan orang
yang berbuat buruk, cukup
keburukan itu sebagai
balasannya."
Setelah merasa waktu
berkunjungnya sudah cukup, ia
kemudian pamit kepada raja.
Raja berkata, "Bawalah surat ini
dan serahkanlah kepada fulan."
Surat itu berisi, "Jika sampai
kepadamu pembawa surat ini,
maka sembelih dan kulitilah dia,
kemudian isilah tubuhnya
dengan jerami."
Lelaki tadi keluar membawa
surat raja. Di tengah jalan ia
dihadang oleh si pendengki.
"Apa yang kamu bawa?"
tanyanya.
"Surat raja untuk fulan. Surat ini
beliau tulis dengan tangannya
sendiri. Biasanya beliau tidak
pernah menulis surat sendiri,
kecuali dalam urusan pembagian
hadiah.".
"Berikanlah surat itu kepadaku,
aku ini sedang butuh uang,"
pintanya. Ia kemudian
menceritakan kesulitan
hidupnya. Karena kasihan, surat
itu kemudian ia serahkan kepada
si pendengki.
Si Pendengki menerimanya
dengan senang hati. Setelah
sampai di tempat tujuan, ia
menyerahkan surat itu kepada
teman raja.
"Masuklah ke sini, raja
menyuruhku membunuhmu,"
kata teman raja.
"Yang dimaksud bukan aku,
coba tunggulah sebentar biar
kujelaskan," katanya ketakutan.
"Perintah raja tak bisa ditunda,"
kata teman raja.
Ia lalu membunuh, menguliti dan
mengisi tubuh si pendengki
dengan jerami.
Keesokan harinya, lelaki itu
datang sebagaimana biasa dan
berkata, "Orang yang berbuat
baik akan mendapat balasan,
dan orang yang berbuat buruk,
cukup keburukan itu sebagai
balasannya." Raja heran
melihatnya masih hidup. Setelah
diselidiki, terbongkarlah
keburukan si pendengki.
"Tidak ada sesuatu yang terjadi
antara aku dengannya, hanya
saja kemarin ia mengundangku
kerumahnya dan memaksaku
makan bawang merah dan putih.
Waktu aku menemuimu kututup
mulutku agar kamu tidak
mencium bau tidak sedap dari
mulutku. Sekeluarnya dari sini, ia
menemuiku dan menanyakan
titipanmu," lelaki itu kemudian
menceritakan semua yang
terjadi.
Mendengar jalannya cerita,
tahulah raja bahwa orang itu
ternyata dengki kepada
sahabatnya. "Benar ucapanmu,
orang yang berbuat baik akan
mendapat balasan, dan orang
yang berbuat buruk, cukup
keburukan itu sebagai
balasannya."
Kedengkian di hati orang itu
telah membunuh dirinya sendiri.
Dengki itu merusak amal Dengki
memakan kebaikan seperti api
memusnahkan kayu bakar. (HR
Ibnu Majah) Kedengkian
seseorang hanya akan berakibat
buruk bagi orang itu sendiri.
Habib Muhammad bin Hadi bin
Hasan bin Abdurrahman
Asseqaf, Tuhfatul
Asyraf, Kisah dan Hikmah

Read more

SESUNGGUHNYA AGAMA DISISI ALLOH ISLAM

0

Abu al-Qasim ath-Thabrani
meriwayatkan dalam Mu'jam al-
Kabir dengan sanadnya dari
Ghalib al-Qathan, dia berkata,
"Saya datang ke Kufah untuk
urusan dagang. Saya menginap
dengan A'masy. Pada malam
hari, tatkala saya hendak turun,
A'masy pun bangkit kemudian
shalat malam. Dia membaca ayat
dan sampai pada `Allah
mempersaksikan' hingga ayat
`sesungguhnya agama pada sisi
Allah ialah Islam'.
Kemudian dia mengatakan,
`Aku pun bersaksi dengan apa
yang dipersaksikan Allah. Aku
ingin menitipkan kesaksian ini
kepada Allah. Juga aku
menitipkan kesaksianku pada sisi
Allah bahwa sesungguhnya
agama pada sisi Allah ialah Islam
sebagai suatu titipan.' A'masy
mengatakan hal itu beberapa
kali. Saya berkata, `Sungguh
aku mendengar sesuatu dalam
ayat ini.'
Ketika pagi tiba, saya
menemuinya dan berkata, `Hai
Abu Muhammad, saya
mendengar Anda mengulang-
ulang ayat itu.'
A'masy berkata, `Bukankah
kandungannya telah
disampaikan kepadamu?
Saya menjawab, `Sudah sebulan
saya bersama Anda, namun
Anda belum
memberitahukannya kepadaku.'
A'masy berkata, `Demi Allah,
aku tidak akan menceritakannya
kepadamu sebelum satu tahun.
' Maka aku pun tinggal
bersamanya selama satu tahun.
Setelah satu tahun berlalu, maka
saya bertanya, `Hai Abu
Muhammad, setahun telah
berlalu.'
A'masy berkata, `Abu Wa'il
telah menceritakan kepadaku
dari Abdullah, dia berkata
bahwa Rasulullah saw. bersabda,
`Pada hari kiamat akan
ditampilkan pemilik titipan ayat
itu, lalu Allah Azza wa Jalla
berkata, `Hamba-Ku telah
berjanji kepada-Ku, dan Aku
adalah yang paling berhak
memenuhi janji itu. Masuklah ke
dalam surga.'"
Allah menyatakan bahwasanya
tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia, Yang
menegakkan keadilan. Para
malaikat dan orang-orang yang
berilmu (juga menyatakan yang
demikian itu). Tak ada Tuhan
(yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sesungguhnya agama (yang
diridai) di sisi Allah hanyalah
Islam. Tiada berselisih orang-
orang yang telah diberi Al Kitab
kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di
antara mereka. Barang siapa
yang kafir terhadap ayat-ayat
Allah maka sesungguhnya Allah
sangat cepat hisab-Nya.
(Ali-'Imran:18-19)

Read more

PENDUDUK SYURGA...

0

Di dalam kitab Al-Multaqith
diceritakan, bahawa sebagian
bangsa Alawiyah ada yang
bermukim di daerah Balkha. Ada
sebuah keluarga yang terdiri dari
sepasang suami isteri dengan
beberapa anak wanita mereka.
Keadaan keluarga tersebut serba
kekurangan.
Ketika suaminya meninggal
dunia, isteri beserta anak-anak
wanitanya meninggalkan
kampung halamannya pergi ke
Samarkand untuk menghindari
ejekan orang di sekitarnya.
Kejadian tersebut berlaku pada
musim dingin. Saat mereka telah
memasuki kota, si ibu mengajak
anak-anaknya singgah di masjid,
sementara dirinya pergi untuk
mencari sesuap nasi.
Di tengah perjalanan si ibu
berjumpa dengan dua kelompok
orang, yang satu dipimpin oleh
seorang Muslim yang
merupakan tokoh di kampung
itu sendiri, sedang kelompok
satunya lagi dipimpin oleh
seorang Majusi, pemimpin
kampung itu. Si ibu tersebut lalu
menghampiri tokoh tersebut dan
menjelaskan mengenai dirinya
serta berkata, "Aku mohon agar
tuan berkenan memberiku
makanan untuk keperluan
malam ini!" "Tunjukkan bukti-
bukti bahawa dirimu benar-
benar bangsa Alawiyah," kata
tokoh orang Muslim di kampung
itu. "Di kampung tidak ada
orang yang mengenaliku," kata
ibu tersebut.
Sang tokoh itu pun akhirnya
tidak menghiraukannya.
Seterusnya dia hendak
memohon kepada si Majusi,
pemimpin kampung tersebut.
Setelah menjelaskan tentang
dirinya dengan tokoh kampung,
lelaki Majusi lalu memerintahkan
kepada salah seorang anggota
keluarganya untuk datang ke
masjid bersama si ibu itu,
akhirnya dibawalah seluruh
keluarga janda tersebut untuk
tinggal di rumah Majusi yang
memberinya pula pelbagai
perhiasan serba indah.
Sementara tokoh masyarakat
yang beragama Islam itu
bermimpi seakan-akan hari
Kiamat telah tiba dan panji
kebenaran berada di atas kepala
Rasulullah SAW. Dia pun sempat
menyaksikan sebuah istana
tersusun dari zamrud berwarna
hijau. Kepada Rasulullah SAW.
dia lalu bertanya, "Wahai
Rasululah! Milik siapa istana ini?"
"Milik seorang Muslim yang
mengesakan Allah," jawab
baginda. "Wahai Rasulullah, aku
pun seorang Muslim," jawabnya.
"Cuba tunjukkan kepadaku
bahawa dirimu benar-benar
seorang Muslim yang
mengesakan Allah," sabda
Rasulullah SAW. kepadanya.
Tokoh di kampung itu pun
bingung atas pertanyaan
baginda, dan kepadanya
Rasulullah SAW. kemudian
bersabda lagi, "Di saat wanita
Alawiyah datang kepadamu,
bukankah kamu berkata
kepadanya, "Tunjukkan
mengenai dirimu kepadaku!"
Kerananya, demikian juga yang
harus kamu lakukan, iaitu
tunjukkan dahulu mengenai
bukti diri sebagai seorang Muslim
kepadaku!"
Sesaat kemudian lelaki muslim
itu terjaga dari tidurnya dan air
matanya pun jatuh berderai, lalu
dia memukuli mukanya sendiri.
Dia berkeliling kota untuk
mencari wanita Alawiyah yang
pernah memohon pertolongan
kepadanya, hingga dia
mengetahui di mana kini wanita
tersebut berada.
Lelaki Muslim itu segera
berangkat ke rumah orang
Majusi yang telah menampung
wanita Alawiyah beserta anak-
anaknya. "Di mana wanita
Alawiyah itu?' tanya lelaki
Muslim kepada orang Majusi.
"Ada padaku," jawab si Majusi.
"Aku sekarang
menghendakinya," ujar lelaki
Muslim itu. "Tidak semudah itu,"
jawab lelaki Majusi. "Ambillah
wang seribu dinar dariku dan
kemudian serahkan mereka
padaku," desak lelaki Muslim.
"Aku tidak akan melepaskannya.
Mereka telah tinggal di rumahku
dan dari mereka aku telah
mendapatkan berkatnya," jawab
lelaki Majusi itu. "Tidak boleh,
engkau harus
menyerahkannya," ujar lelaki
Muslim itu seolah-olah
mengugut.
Maka, lelaki Majusi pun
menegaskan kepada tokoh
Muslim itu, "Akulah yang berhak
menentukan apa yang kamu
minta. Dan istana yang pernah
kamu lihat dalam mimpi itu
adalah diciptakan untukku!
Adakah kamu mahu
menunjukkan keislamanmu
kepadaku? Demi Allah, aku dan
seluruh keluargaku tidak akan
tidur sebelum kami memeluk
agama Islam di hadapan wanita
Alawiyah itu, dan aku pun telah
bermimpi sepertimana yang
kamu mimpikan, serta Rasulullah
SAW. sendiri telah pula bersabda
kepadaku, "Adakah wanita
Alawiyah beserta anaknya itu
padamu?" "Ya, benar," jawabku.
"Istana itu adalah milikmu dan
seluruh keluargamu. Kamu dan
semua keluargamu termasuk
penduduk syurga, kerana Allah
sejak zaman azali dahulu telah
menciptakanmu sebagai orang
Mukmin," sabda baginda
kembali.

Read more

MEMBUKA PINTU SYURGA...

0

Tidak seperti biasanya, hari itu
Ali bin Abi Thalib pulang lebih
sore menjelang asar. Fatimah
binti Rasulullah menyabut
kedatangan suaminya yang
sehari suntuk mencari rezeki
dengan sukacita. Siapa tahu Ali
membawa uang lebih banyak
karena kebutuhan di rumah
makin besar.
Sesudah melepas lelah, Ali
berkata kepada Fatimah. "Maaf
sayangku, kali ini aku tidak
membawa uang
sepeserpun."Fatimah menyahut
sambil tersenyum, "Memang
yang mengatur rezeki tidak
duduk di pasar, bukan? Yang
memiliki kuasa itu adalah Allah
Ta'ala."
"Terima kasih," jawab Ali.
Matanya memberat lantaran
istrinya begitu tawakal. Padahal
persediaan dapur sudah ludes
sama sekali. Toh Fatimah tidak
menunjukan sikap kecewa atau
sedih.Ali lalu berangkat ke masjid
untuk menjalankan salat
berjama'ah.
Sepulang dari sembahyang, di
jalan ia dihentikan oleh seorang
tua. "Maaf anak muda, betulkah
engkau Ali anaknya Abu
Thalib?"
Áli menjawab heran. "Ya betul.
Ada apa, Tuan?''
Orang tua itu merogoh
kantungnya seraya menjawab,
"Dahulu ayahmu pernah
kusuruh menyamak kulit. Aku
belum sempat membayar
ongkosnya, ayahmu sudah
meninggal. Jadi, terimalah uang
ini, sebab engkaulah ahli
warisnya."Dengan gembira Ali
mengambil haknya dari orang
itu sebanyak 30 dinar.Tentu saja
Fatimah sangat gembira
memperoleh rezeki yang tidak di
sangka-sangka ketika Ali
menceritakan kejadian itu. Dan ia
menyuruh membelanjakannya
semua agar tidak pusing-pusing
lagi merisaukan keperluan
sehari-hari.Ali pun bergegas
berangkat ke pasar.
Sebelum masuk ke dalam pasar,
ia melihat seorang fakir
menadahkan tangan, "Siapakah
yang mau menghutangkan
hartanya untuk Allah,
bersedekahlah kepada saya,
seorang musafir yang kehabisan
bekal di perjalanan."
Tanpa pikir panjang lebar, Ali
memberikan seluruh uangnya
kepada orang itu.Pada waktu ia
pulang dan Fatimah keheranan
melihat suaminya tidak
membawa apa-apa, Ali
menerangkan peristiwa yang
baru saja dialaminya.Fatimah,
masih dalam senyum, berkata,
"Keputusan kanda adalah yang
juga akan saya lakukan
seandainya saya yang
mengalaminya. Lebih baik kita
menghutangkan harta kepada
Allah daripada bersifat bakhil
yang di murkai-Nya, dan
menutup pintu surga buat kita."

Read more

BOLEH SAJA MENCARI HARTA ASALKAN.....???

0

Seorang arif melihat setan dalam
keadaan telanjang di tengah-
tengah masyarakat.
"Hai makhluk yang tak punya
malu, mengapa kamu telanjang
di hadapan manusia?" tegur
sang arif.
"Mereka bukan manusia, mereka
kera."
Sesungguhnya sudah sejak lama
Al-Ghazali menulis dalam Ihya`,
Dzahaban naas wa baqiyan
nasnaas (Telah pergi manusia,
yang tertinggal hanya kera)
"Jika kamu ingin melihat
manusia, ikutlah aku ke pasar,"
lanjut sang setan.
Orang arif itu lalu pergi bersama
setan ke pasar. Sesampainya di
pasar, setan itu menjelma
seorang laki-laki dan langsung
menuju ke toko yang paling
besar. Toko itu hanya menjual
permata yang berkualitas tinggi
dengan harga yang amat mahal.
"Coba lihat permata itu," kata
setan kepada pemilik toko sambil
menunjuk permata yang paling
besar.
Pemilik toko mengambil permata
itu lalu menyerahkannya kepada
setan. Ketika permata berpindah
ke tangan setan, pemilik toko
mendengar muadzin
menyerukan: hayya `alash
sholaah (Marilah salat) Pemilik
toko segera mengambil kembali
permatanya.
"Kamu pasti setan. Tak ada yang
datang pada waktu seperti ini
kecuali setan," kata pemilik toko.
Kemudian ia mengusir si setan.
Setelah setan pergi, ia lalu
menghancurkan permata itu
dengan batu.
"Permata ini tidak ada
berkahnya," kata pemilik toko.
Kemudian ia keluar untuk salat.
Allah berfirman:
"Laki-laki yang perniagaan dan
jual beli tidak dapat
melalaikannya dari mengingat
Allah." (QS An-Nur, 24:37)
Dalam surat Al-Muzzammil,
Allah menyejajarkan para
pedagang dengan orang-orang
yang berjihad di jalan Allah.
Dan orang-orang yang berjalan
di bumi mencari sebagian
karunia Allah, dan orang-orang
lain yang berperang di jalan
Allah. (QS Al-Muzzammil, 73:20)
Perdagangan untuk mencari
kesejahteraan di dunia tidaklah
tercela. Sebaik-baik urusan dunia
adalah yang dapat menjadi
tunggangan menuju akhirat.
Adapun yang tercela adalah jika
kita selalu tenggelam dalam
urusan keduniaan, hati kita
selalu terikat pada dunia
sehingga kita melalaikan hak-hak
dan perintah-perintah Allah.
Yang terpuji adalah hidup
sederhana, tidak berlebih-
lebihan. Hidup berlebih-lebihan
membuat seseorang terlambat
masuk surga.
Seorang bermimpi melihat Malik
bin Dinar berlomba-lomba
dengan Muhammad bin Wasi'
menuju surga. Ia menyaksikan
bahwa Muhammad bin Wasi`
akhirnya dapat mendahului
Malik bin Dinar. Orang itu
kemudian bertanya mengapa
demikian kejadiannya, karena
menurut perkiraannya Malik bin
Dinar bakal menang. Kaum
salihin menjawab bahwa ketika
meninggal dunia Muhammad bin
Wasi' hanya meninggalkan
sepotong pakaian, sedang Malik
meninggalkan dua potong
pakaian.
Jika seorang arif seperti Malik bin
Dinar dapat tertinggal hanya
karena pakaian, lalu bagaimana
dengan kita. Lemari kita penuh
dengan pakaian, dan kita pun
masih merasa belum cukup.
Ya Allah, jadikanlah kami puas
dengan rezeki yang Engkau
karuniakan.
Berkahilah apa yang telah
Engkau berikan.
Dan jangan jadikan (bagi kami)
dunia sebagai
puncak perhatian dan
pengetahuan. (I:511)

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting