TENTANG KAMI

TANGERANG, BANTEN, Indonesia
JASA CETAK CEPAT MURAH BERKUALITAS Kami SB FINISHING,bergerak di bidang jasa percetakan dan Kami siap melayani segala macam kebutuhan percetakan untuk keperluan promosi dan administrasi perkantoran serta bisnis anda. BROSUR - LEFLET - KATALOG - MAJALAH - BULETIN - KSLENDER - POSTER - KARTU NAMA - KARTU UNDANGAN - HANGTAG - COMPANY PROFILE - BANNER - PACKING - PAPER BAG - STIKER - SABLON - FAKTUR - NOTABON - INVOICE - SURAT JALAN - NOTA BUKTI TERIMA KIRIM BARANG - KOP SURAT - KAOS - SERAGAM - SOVENIR -DLL. Komitmen Kami : Pengiriman Barang Tepat Waktu Garansi Kualitas Percetakan Harga Kompetitif Grapich Desain Prepres Proses Proof Finishing Delivery SETTING - DESIGN - LAYOUT SOLUSI TEPAT UNTUK BISNIS ANDA LAYANAN ANTAR UNTUK JABOTABEK Kami siap datang ke tempat anda untuk jenput data dan antar hasil cetakan. For best price and Quality Hub. 0812 8060 3451 / 0895322124721 PIN BB D12N8007 Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label RELIGI.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI.... Tampilkan semua postingan

nasehat ROSULULLOH SAW"untuk para ISTRI...

0



1. Menerima dengan ikhlas
kepemimpinan suami dan
qanaah kepadanya
“Kaum laki-laki itu adalah
pemimpin bagi kaum wanita,
oleh karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka
atas sebagian yang lain, dan
karena mereka telah
menafkahkan sebagian dari
harta mereka. Sebab itu maka
wanita yang shalih ialah yang
taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya
tidak ada, oleh karena Allah
telah memelihara (mereka). (An-
Nisa: 34)
“…. Dan mereka (para
perempuan) mempunyai hak
yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara
yang patut. Tetapi para suami
mempunya kelebihan di atas
mereka. Allah Maha Perkasa,
Maha Bijaksana.” (Al-Baqarah:
228)
2. Keridhaan suami atas sikap
istri adalah pintu surga bagi
istri
“Apakah engkau sudah
bersuami?” Bibi Al-Hushain
menjawab: “Sudah.” “Bagaimana
(sikap) engkau terhadap
suamimu ?” tanya Rasulullah lagi.
Ia menjawab: “Aku tidak pernah
mengurangi haknya kecuali
dalam perkara yang aku tidak
mampu. ” Rasulullah bersabda:
“Lihatlah di mana keberadaanmu
dalam pergaulanmu dengan
suamimu, karena suamimu
adalah surga dan
nerakamu. ” (HR. Ahmad dan
selainnya)
“Jika wanita mengerjakan shalat
lima waktu, berpuasa di bulan
Ramadhan, memelihara
kemaluannya, dan mentaati
suaminya, maka dikatakan
kepadanya (pada hari Kiamat):
‘ Masuklah ke dalam Surga dari
pintu manapun yang kamu
suka ’”. (HR. Ahmad)
3. Mentaati suami, kecuali
dalam perkara maksiat
“Hanyalah ketaatan itu dalam
perkara yang ma’ruf.” (HR. Al-
Bukhari dan Muslim)
“Tidak ada ketaatan kepada
makhluk dalam bermaksiat
kepada Allah Subhanahu wa
Ta ’ala.” (HR. Ahmad)
“Dan para istri yang kalian
khawatirkan (kalian ketahui dan
yakini) nusyuznya maka
hendaklah kalian menasihati
mereka, meninggalkan mereka di
tempat tidur, dan memukul
mereka. Kemudian jika mereka
menaati kalian maka janganlah
kalian mencari-cari jalan untuk
menyusahkan mereka. ” (An-
Nisa`: 34)
“Rasulullah SAW pernah ditanya
tentang isteri yang baik. Beliau
menjawab: Apabila diperintah, ia
selalu taat, apabila dipandang
menyenangkan, dan ia selalu
menjaga diri dan harta suami
(manakala suaminya tidak ada)
” (HR. Nasa`i)
“Demi Dzat yang jiwaku berada
di tangan-Nya, tidaklah seorang
suami memanggil istrinya ke
tempat tidurnya lalu si istri
menolak ajakan suaminya
melainkan yang di langit
(penduduk langit) murka pada
istri tersebut sampai suaminya
ridha kepadanya. ” (HR. Muslim)
Tidaklah seorang mukmin
mengambil manfaat setelah
ketakwaan kepada Allah SWT
yang lebih baik daripada istri
shalihah: jika ia menyuruhnya, ia
mentaatinya; jika ia
memandangnya, ia
menyenangkan hatinya; jika ia
bersumpah kepadanya, ia
menunaikan sumpahnya; dan jia
ia sedang pergi darinya, ia
memelihara kesucian diri dan
menjaga harta suaminya.” (HR.
Ibnu Majah)
4. Membantu suami dalam
menegakkan agama dan
memelihara kehormatannya
“Harta yang utama adalah lisan
yang senantiasa berdzikir, hati
yang senantiasa bersyukur dan
istri beriman yang membantu
suami dalam menegakkan
bangunan imannya ”. (HR. Ibnu
Majah dan Tirmidzi)
“Wanita itu pemimpin di rumah
suaminya.” (HR. Bukhari,
Muslim, At-Tirmidzi)
“Sebaik-baiknya istri kalian ialah
yang penuh kasih dan taat
terhadap suaminya jika mereka
bertakwa kepada Allah. Dan
seburuk-buruk istri kalian ialah
yang bersolek dan banyak akal
(untuk memperdaya suaminya);
mereka adalah munafik, yang
tidak akan masuk Surga dari
mereka kecuali seperti gagak
yang kedua kaki dan paruhnya
berwarna merah. ” (HR. Abu
Nu’aim)
“Wanita manapun yang
menanggalkan pakaiannya di
selain rumahnya, maka Allah
merusak tabir-Nya
darinya. ” (HR. At-Tirmidzi)
5. Tidak keluar rumah kecuali
atas izin suami
“Dan hendaklah kamu tetap di
rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku
seperti orang-orang Jahiliyah
yang dahulu dan dirikanlah
salat, tunaikanlah zakat dan
taatilah Allah dan Rasul-Nya.
….” (Al-Ahzab: 33)
“…..janganlah ia keluar rumah
dalam keadaan suaminya tidak
ridha. ” (HR. Baihaqi dan Hakim)
“Jika istri salah seorang dari
kalian meminta izin untuk pergi
ke masjid, maka janganlah
menghalanginya. ” (HR. Bukhari,
Muslim, dan yang lainnya)
“Shalatnya seorang wanita di
rumahnya lebih utama dari
shalatnya di kamarnya,
shalatnya di bilik khususnya
lebih utama dari shalatnya di
rumahnya. ” (HR. Abu-Dawud)
6. Tidak berpuasa sunnah
kecuali atas izin suami
“Tidak halal bagi wanita
melaksanakan puasa, sedangkan
suaminya ada di rumah, kecuali
dengan seizinnya. ” (HR. Al-
Bukhari, dan Muslim)
7. Tidak menyakiti suami serta
tidak menuntut kepadanya
sesuatu yang tidak dibutuhkan
dan melebihi kesanggupannya
“Tidaklah seorang wanita
menyakiti hati suaminya di
dunia, melainkan istrinya yang
berasal dari kalangan bidadari
berkata: ‘Jangan sakiti dia,
semoga Allah membinasakanmu.
Ia hanyalah seorang yang lemah
yang nyaris meninggalkanmu
(untuk pergi) kepada kami ’
” (HR. At-Tirmidzi)
“Ridhalah dengan apa yang
Allah berikan kepadamu, niscaya
engkau menjadi manusia paling
kaya. ” (HR. Al-Bukhari)
“Allah tidak memandang
seorang wanita yang tidak
berterima kasih kepada
suaminya, padahal dia butuh
kepadanya. ” (HR. An-Nasai)
“Dan aku melihat neraka. Aku
belum pernah sama sekali
melihat pemandangan seperti
hari ini. Dan aku lihat ternyata
mayoritas penghuninya adalah
para wanita. ” Mereka bertanya,
“Kenapa para wanita menjadi
mayoritas penghuni neraka, ya
Rasulullah ?” Beliau menjawab,
“Disebabkan kekufuran mereka.”
Ada yang bertanya kepada
beliau: “Apakah para wanita itu
kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab: “(Tidak,
melainkan) mereka kufur kepada
suami dan mengkufuri kebaikan
(suami). Seandainya engkau
berbuat baik kepada salah
seorang dari mereka pada suatu
masa, kemudian suatu saat ia
melihat darimu ada sesuatu
(yang tidak berkenan di hatinya)
niscaya ia akan berkata: ‘Aku
sama sekali belum pernah
melihat kebaikan darimu ’.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
8. Tidak boleh mengizinkan
seseorang masuk ke rumah
suami kecuali dengan izin
suami
“Ketahuilah, kalian memiliki hak
terhadap istri-istri kalian dan
mereka pun memiliki hak
terhadap kalian. Hak kalian
terhadap mereka adalah mereka
tidak boleh membiarkan seorang
yang tidak kalian sukai untuk
menginjak permadani kalian dan
mereka tidak boleh mengizinkan
orang yang kalian benci untuk
memasuki rumah kalian.
Sedangkan hak mereka terhadap
kalian adalah kalian berbuat baik
terhadap mereka dalam hal
pakaian dan makanan
mereka. ” (HR. At-Tirmidzi dan
Ibn Majah)
9. Tidak boleh menginfaqkan
sebagian hartanya kecuali
atas izin suami
“Seorang istiri tidak boleh
menginfakkan sebagian harta
suami kecuali dengan
izinnya ” (HR. Abu Daud,
Tirmidzi, Ibnu Majah, Hasan)

Read more

subhanalloh...firman alloh muncul di kulit bayi dari rusia

0



MOSKOW – Seorang bayi
menimbulkan gelombang
spekulasi di Rusia setelah tulisan
ayat Al Qur ’an mulai muncul di
kulitnya.
Beberapa ayat dari Al Qur’an
mulai muncul di punggung,
tangan, kaki, dan perut Ali
Yakubov yang berusia sembilan
bulan sebelum kemudian
memudar dan berganti dengan
ayat-ayat baru...bukti kebesaran alloh bisa terjadi dmn pun itu....
SUBHANALLOH........

Read more

lupakah km luangkan WAKTU tuk MEMBACA & MEMAHAMI'ku...(QUR'AN)

0

Waktu engkau masih kanak-
kanak, kau laksana kawan
sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh
dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung
dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara
lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu
menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak
berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang
tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku
bacaan yang tidak menambah
pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya
untuk anak kecil yang belajar
mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan
rapi sekali hingga kadang engkau
lupa
dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap
hanya sebagai perhiasan
rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas
kawin agar engkau dianggap
bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal
untuk menakuti hantu dan
syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir,
dibiarkan dalam kesendirian
dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku
engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah
yang ada padaku engkau baca
beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca
beramai-ramai bersama
temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil
minum kopi...engkau baca Koran
pagi atau
nonton berita TV
Waktu senggang..engkau
sempatkan membaca buku
karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-
ayat yang datang dari Allah
Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau
abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun
kadang engkau lupa baca
pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik
menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat
Alloh yang terdapat padaku di
laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu
selalu tertuju ke stasiun radio
favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun
Radio yang senantiasa
melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku
untuk kau baca sebelum kau
mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar
musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-
ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-
ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan
urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa
engkau kini sudah benar-benar
melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan
nongkrong berjam-jam di depan
TV
Menonton pertandingan Liga
Italia , musik atau Film dan
Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam
engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita
murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku
menjadi semakin kusam dalam
lemari
Mengumpul debu dilapisi abu
dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan
engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar
dariku
Dengan suara dan lafadz yang
tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan
kurang lancar lagi setiap
membacaku.
Apakah Koran, TV, radio ,
komputer, dapat memberimu
pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian
menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat
suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah
yang ada padaku engkau dapat
selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng
membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah
jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa
menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada
Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk
pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan
engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai
pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau
membela diri
Bukan koran yang engkau baca
yang akan membantumu Dari
perjalanan di
alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab
sucimu
Yang senantiasa setia menemani
dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah
kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada
padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan
Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril
kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari
lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang
ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan
meja kerjamu
Agar engkau senantiasa
mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore
hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu
dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang
damai
Jangan aku engkau biarkan
sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang
Mahaperkasa lagi
Mahabijaksana.

Read more

"UMMI TERCINTA"

0

Ketika Ummi sekarang sudah
mulai tua dan renta,
Dan bukanlah seperti Ummi
yang dulu lagi..
Maka berusahalah mengerti
dan bersabarlah sedikit
terhadapnya..
* * *
Ketika pakaian Ummi
sekarang kotor karena
makanan,
dan ketika Ummi lupa cara
memakai pakaian,
Ingatkah kamu bagaimana
Ummi dahulu mengajarimu
berpakaian di waktu kecil..?
Ketika Ummi berkata-kata
tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar,
Maka bersabarlah
mendengarkannya..
Ingatkah kamu ketika kecil,
Ummi harus mengulang cerita
yang telah beribu-ribu kali
diceritakan agar kamu bisa
tertidur..?
* * *
Ketika Ummi memerlukanmu
untuk membantunya,
Janganlah kamu menolak
apalagi marah kepadanya..
Ingatkah kamu sewaktu kecil,
ia harus bersusah payah agar
bisa membantumu berhasil..?
Ketika Ummi tak paham
dengan hal-hal yang baru,
Janganlah kamu sekali-kali
menertawakannya..
Pikirkanlah bagaimana dulu
Ummi begitu sabar menjawab
setiap pertanyaan
“ MENGAPA” darimu. Ketika Ummi kini tak dapat
berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang
masih kuat untuk
memapahnya..
Ingatkah kamu sewaktu kecil,
Ummi senantiasa memapahmu
agar kamu bisa belajar
berjalan..
Ketika Ummi lupa akan apa
yang sedang dibicarakan,
Berilah Ummi waktu dan
kesempatan untuk
mengingatnya..
Karena sebenarnya bagi
Ummi, apa yang dibicarakan
tidaklah penting asalkan kamu
disampingnya
mendengarkannya, Ummi
sudah puas..
* * *
Ketika kamu memandang
Ummi mulai menua dan tak
berdaya, janganlah bersedih,
Mengertilah, dukunglah Ummi
seperti Ummi menghadapimu
ketika kamu mulai belajar
melihat kehidupan ini..
Ingatkah waktu itu Ummi
memberi petunjuk bagaimana
cara menjalani kehidupan
ini..?
Sekarang temanilah dirinya
dalam menghabiskan sisa-sisa
hidupnya..
Berilah Ummi ketulusan cinta
dan kesabaranmu, Ummi akan
memberikan senyuman
terindah untukmu,
Dalam senyumnya terdapat
rasa bangga dan kebahagiaan
cinta yang tak terhingga
untukmu..
Yang tak akan lekang oleh
waktu..bahkan ketika ajalnya
telah diambang pintu..
Ummi, Ananda sangat
mencintaimu ….
dr.Abu Hana El-Firdan

Read more

AISYAH

0

Wanita, sosok lemah dan tak
berdaya yang terbayangkan.
Dengan lemahnya
fisik, Allah tidak membebankan
tanggung jawab nafkah di
pundak wanita,
memberi banyak keringanan
dalam ibadah dan perkara
lainnya. Mereka
adalah sosok yang mudah
mengeluh dan tidak tahan
dengan beban yang
menghimpitnya. Dengan
kebengkokannya sehingga
Rasulullah shalallahu
‘ alaihi wa sallam memerintahkan
untuk bersikap lembut dan
banyak
mewasiatkan agar bersikap baik
kepadanya. Oleh karena itu,
tidak
mengherankan kiranya jika Allah
Tabaroka wa Ta’ala dengan
segala
hikmah-Nya mengamanahkan
kaum wanita kepada kaum laki-
laki.
Namun, kelemahan itu tak harus
melunturkan keteguhan iman.
Sebagaimana
keteguhan salah seorang putri,
istri dari seorang suami yang
menjadi
musuh Allah Rabb alam semesta.
Seorang suami yang angkuh atas
kekuasaan yang ada di
tangannya, yang dusta lagi kufur
kepada Rabbnya.
Putri yang akhirnya harus disiksa
oleh tangan suaminya sendiri,
yang
disiksa karena keimanannya
kepada Allah Dzat Yang Maha
Tinggi. Dialah
Asiyah binti Muzahim, istri
Fir’aun.
Ketika mengetahui keimanan
istrinya kepada Allah, maka
murkalah
Fir ’aun. Dengan keimanan dan
keteguhan hati, wanita shalihah
tersebut
tidak goyah pendiriaannya,
meski mendapat ancaman dan
siksaan dari
suaminya.
Kemudian keluarlah sang suami
yang dzalim ini kepada kaumnya
dan
berkata pada mereka, “Apa
yang kalian ketahui tentang
Asiyah binti
Muzahaim ?” Mereka
menyanjungnya.Lalu Fir’aun
berkata lagi kepada
mereka, “Sesungguhnya dia
menyembah Tuhan selainku.”
Berkatalah mereka
kepadanya, “Bunuhlah dia!”
Alangkah beratnya ujian wanita
ini, disiksa oleh suaminya sendiri.
Dimulailah siksaan itu, Fir’aun
pun memerintahkan para
algojonya untuk
memasang tonggak. Diikatlah
kedua tangan dan kaki Asiyah
pada tonggak
tersebut, kemudian dibawanya
wanita tersebut di bawah
sengatan terik
matahari. Belum cukup sampai
disitu siksaan yang ditimpakan
suaminya.
Kedua tangan dan kaki Asiyah
dipaku dan di atas punggungnya
diletakkan
batu yang besar. Subhanallah …
saudariku, mampukah kita
menghadapi
siksaan semacam itu? Siksaan
yang lebih layak ditimpakan
kepada
seorang laki-laki yang lebih kuat
secara fisik dan bukan
ditimpakan
atas diri wanita yang bertubuh
lemah tak berdaya. Siksaan yang
apabila
ditimpakan atas wanita sekarang,
mugkin akan lebih memilih
menyerah
daripada mengalami siksaan
semacam itu.
Namun, akankah siksaan itu
menggeser keteguhan hati
Asiyah walau
sekejap? Sungguh siksaan itu tak
sedikitpun mampu menggeser
keimanan
wanita mulia itu. Akan tetapi,
siksaan-siksaan itu justru semakin
menguatkan keimanannya.
Iman yang berangkat dari hati
yang tulus, apapun yang
menimpanya tidak
sebanding dengan harapan atas
apa yang dijanjikan di sisi Allah
Tabaroka wa Ta ’ala. Maka Allah
pun tidak menyia-nyiakan
keteguhan iman
wanita ini. Ketika Fir ’aun dan
algojonya meninggalkan Asiyah,
para
malaikat pun datang
menaunginya.
Di tengah beratnya siksaan yang
menimpanya, wanita mulia ini
senantiasa berdo ’a memohon
untuk dibuatkan rumah di surga.
Allah
mengabulkan doa Asiyah, maka
disingkaplah hijab dan ia melihat
rumahnya yang dibangun di
dalam surga. Diabadikanlah doa
wanita mulia
ini di dalam al-Qur’an,
“Ya Rabbku, bangunkanlah
untukku sebuah rumah di sisi-
Mu dalam surga
dan selamatkanlah aku dari
Fir ’aun dan perbuatannya dan
selamatkan aku
dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-
Tahrim:11)
Ketika melihat rumahnya di
surga dibangun, maka
berbahagialah wanita
mulia ini. Semakin hari semakin
kuat kerinduan hatinya untuk
memasukinya. Ia tak peduli lagi
dengan siksaan Fir’aun dan
algojonya.
Ia malah tersenyum gembira
yang membuat Fir ’aun bingung
dan
terheran-heran. Bagaimana
mungkin orang yang disiksa
akan tetapi malah
tertawa riang? Sungguh terasa
aneh semua itu baginya. Jika
seandainya
apa yang dilihat wanita ini
ditampakkan juga padanya,
maka kekuasaan
dan kerajaannya tidak ada apa-
apanya.
Maka tibalah saat-saat terakhir
di dunia. Allah mencabut jiwa
suci
wanita shalihah ini dan
menaikkannya menuju rahmat
dan keridhaan-Nya.
Berakhir sudah penderitaan dan
siksaan dunia, siksaan dari suami
yang
tak berperikemanusiaan.
Saudariku..tidakkah kita iri
dengan kedudukan wanita mulia
ini? Apakah
kita tidak menginginkan
kedudukan itu? Kedudukan
tertinggi di sisi
Allah Yang Maha Tinggi. Akan
tetapi adakah kita telah berbuat
amal
untuk meraih kemuliaan itu?
Kemuliaan yang hanya bisa
diraih dengan
amal shalih dan pengorbanan.
Tidak ada kemuliaan diraih
dengan
memanjakan diri dan
kemewahan.
Saudariku..tidakkah kita
menjadikan Asiyah sebagai
teladan hidup kita
untuk meraih kemuliaan itu?
Apakah kita tidak malu
dengannya, dimana
dia seorang istri raja, gemerlap
dunia mampu diraihnya, istana
dan
segala kemewahannya dapat
dengan mudah dinikmatinya.
Namun, apa yang
dipilihnya? Ia lebih memilih
disiksa dan menderita karena
keteguhan
hati dan keimanannya. Ia lebih
memilih kemuliaan di sisi Allah,
bukan
di sisi manusia. Jangan sampailah
dunia yang tak seberapa ini
melenakan kita. Melenakan kita
untuk meraih janji Allah Ta ’ala,
surga
dan kenikmatannya.
Saudariku…jangan sampai karena
alasan kondisi kita
mengorbankan
keimanan kita, mengorbankan
aqidah kita. Marilah kita teladani
Asiyah
binti Muzahim dalam
mempertahankan iman. Jangan
sampai bujuk rayu
setan dan bala tentaranya
menggoyahkan keyakinana kita.
Janganlah
penilaian manusia dijadikan
ukuran, tapi jadikan penilaian
Allah
sebagai tujuan. Apapun keadaan
yang menghimpit kita, seberat
apapun
situasinya, hendaknya ridha
Allah lebih utama. Mudah-
mudahan Allah
mengaruniakan surga tertinggi
yang penuh kenikmatan.

Read more

KEISTIMEWAAN SEORANG WANITA YG TIDAK ANDA KETAHUI...

0

Ketidak tahuan sebagian wanita
tentang istimewanya perempuan
acap kali menuntut hak-hak yang
berlebihan. Jika sebelumnya
pembaca merasa bahwa laki-laki
atau Tuhan itu tidak adil, maka
simaklah uraian berikut. Kaum
feminis bilang susah jadi wanita, lihat
saja peraturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga
(lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari
suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi
saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih
sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi
kesusahan mengandung dan
melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada
suaminya, sementara suami tak perlu
taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan
bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat
karena adanya masalah haid dan
nifas yang tak ada pada lelaki
Itu sebabnya mereka tidak henti-
hentinya berpromosi untuk
“ MEMERDEKAKAN WANITA”.
Pernahkah kita lihat sebaliknya
(kenyataannya) ?
1. Benda yang mahal harganya akan
dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik.
Sudah pasti intan permata tidak akan
dibiar terserak bukan? Itulah
bandingannya dengan seorang
wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami,
tetapi tahukah lelaki wajib taat
kepada ibunya 3 kali lebih utama
daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih
sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah
harta itu menjadi milik pribadinya
dan tidak perlu diserahkan kepada
suaminya, sementara apabila lelaki
menerima warisan, ia perlu/wajib
juga menggunakan hartanya untuk
isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah
mengandung dan melahirkan anak,
tetapi tahukah bahwa setiap saat dia
didoakan oleh segala makhluk,
malaikat dan seluruh makhluk ALLAH
di muka bumi ini, dan tahukah jika ia
mati karena melahirkan adalah
syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki
akan dipertanggungjawabkan
terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya,
ibunya, anak perempuannya dan
saudara perempuannya. Artinya, bagi
seorang wanita tanggung jawab
terhadapnya ditanggung oleh 4
orang lelaki, yaitu : suaminya,
ayahnya, anak lelakinya dan saudara
lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki
pintu syurga melalui pintu surga
yang mana saja yang disukainya,
cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :
salat 5 waktu, puasa di bulan
Ramadhan, taat kepada suaminya
dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad
fisabilillah, sementara bagi wanita
jika taat akan suaminya, serta
menunaikan tanggungjawabnya
kepada ALLAH, maka ia akan turut
menerima pahala setara seperti
pahala orang pergi berjihad
fisabilillah tanpa perlu mengangkat
senjata.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya
ALLAH pada wanita… kan
Ingat firman Nya, bahwa mereka
tidak akan berhenti melakukan
segala upaya, sampai kita ikut tunduk
kepada cara-cara peraturan buatan
mereka. (emansipasi ala western)
Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang
Maha Pencipta, yang menciptakan
kita, maka sudah pasti Ia yang Maha
Tahu akan manusia, sehingga segala
hukumnya peraturannya, adalah
YANG TERBAIK bagi manusia
dibandingkan dengan segala
peraturan hukum buatan manusia.
Jagalah isterimu karena dia perhiasan,
pakaian dan ladangmu, sebagaimana
Rasulullah pernah mengajarkan agar
kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu
(gently) terhadap isterimu.
Adalah sabda Rasulullah bahwa
ketika kita memiliki dua atau lebih
anak perempuan, mampu menjaga
dan mengantarkannya menjadi
muslimah yang baik, maka surga
adalah jaminannya. (untuk anak laki2
berlaku kaidah yang berbeda).
Berbahagialah wahai para muslimah.
Jangan risau hanya untuk apresiasi
absurd dan semu di dunia ini.
Tunaikan dan tegakkan kewajiban
agamamu, niscaya surga menantimu

Read more

pilih mana:kekayaan,kesuksesan atau CINTA...

0

Suatu ketika, ada seorang
perempuan yang kembali pulang
ke rumah,dan ia melihat ada 3
orang laki-laki berjanggut
yang duduk di halaman
depan.
Perempuan itu tidak mengenal
mereka semua. Perempuan itu
berkata: “Aku tidak mengenal
Anda, tapi aku yakin Anda
semua pasti sedang lapar. Mari
masuk ke dalam, aku pasti
punya sesuatu untuk menganjal
perut.
Laki-laki berjanggut itu lalu
balik bertanya, “Apakah
suamimu sudah pulang?
Perempuan itu menjawab,
“Belum, dia sedang keluar.
“Oh kalau begitu, kami tak
ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai
suami mu kembali, kata laki-laki
itu. Di waktu senja, saat
keluarga itu berkumpul, sang
isteri menceritakan semua
kejadian tadi.
Sang suami, awalnya bingung
dengan kejadian ini, lalu ia
berkata pada istrinya,
“Sampaikan pada mereka,
aku telah kembali, dan mereka
semua boleh masuk untuk
menikmati makan malam ini.
Perempuan itu kemudian
keluar dan mengundang
mereka untuk masuk ke
dalam. “Maaf, kami semua
tak bisa masuk bersama-
sama” , kata laki-laki itu
hampir bersamaan.”Lho,
kenapa? tanya perempuan itu
karena merasa heran.
Salah seorang laki-laki itu
berkata, “Nama dia
Kekayaan,”katanya sambil
menunjuk seorang laki-laki
berjanggut di sebelahnya, dan
“sedangkan yang ini bernama
Kesuksesan, sambil memegang
bahu laki-laki berjanggut
lainnya. Sedangkan aku
sendiri bernama Cinta.
Sekarang, coba tanya kepada
suamimu, siapa diantara kami
yang boleh masuk ke rumahmu.
Perempuan itu kembali masuk
kedalam, dan memberitahu
pesan laki-laki di luar. Suaminya
pun merasa heran. “Oh…
menyenangkan sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak
si Kekayaan masuk ke dalam.
Aku ingin rumah ini penuh
dengan Kekayaan.
Istrinya tak setuju dengan
pilihan itu. Ia bertanya,
“sayangku, kenapa kita tak
mengundang si Kesuksesan
saja? Sebab sepertinya kita
perlu dia untuk membantu
keberhasilan panen gandum
kita. “
Ternyata, anak mereka
mendengarkan percakapan itu.
Ia pun ikut mengusulkan siapa
yang akan masuk ke dalam
rumah, “Bukankah lebih baik
jika kita mengajak si Cinta yang
masuk ke dalam? Rumah kita ini
akan nyaman dan penuh
dengan kehangatan Cinta.
Suami-istri itu setuju dengan
pilihan buah hati mereka,
“Baiklah, ajak masuk si Cinta ini
ke dalam. Dan malam ini, Si
Cinta menjadi teman santap
malam kita.
Perempuan itu kembali ke luar,
dan bertanya kepada 3 laki-laki
itu. “Siapa Anda yang
bernama Cinta? Ayo, silahkan
masuk, Anda menjadi tamu kita
malam ini.
Si Cinta bangkit, dan berjalan
menuju beranda rumah.
Oh..ternyata, kedua laki-laki
berjanggut lainnya pun ikut
serta.
Karena merasa ganjil,
perempuan itu bertanya
kepada si Kekayaan dan si
Kesuksesan. “Aku hanya
mengundang si Cinta yang
masuk ke dalam, tapi kenapa
kamu ikut juga?
laki-laki yang ditanya itu
menjawab bersamaan, “Kalau
Anda mengundang si
Kekayaan, atau si Kesuksesan,
maka yang lainnya akan tinggal
di luar.
Namun, karena Anda
mengundang si Cinta, maka,
kemana pun Cinta pergi,
kami akan ikut selalu
bersamanya.
Dimana ada Cinta, maka
Kekayaan dan Kesuksesan
juga akan ikut serta. Sebab,
ketahuilah, sebenarnya kami
buta. Dan hanya si Cinta
yang bisa melihat. Hanya dia
yang bisa menunjukkan kita
pada jalan kebaikan, kepada
jalan yang lurus.
Maka, kami butuh bimbingannya
saat berjalan. Saat kami
menjalani hidup ini.

Read more

maafkan aku...TEMAN...

0

Dua orang sahabat karib sedang
berjalan melintasi gurun pasir. Di
tengah perjalanan, mereka
bertengkar, dan salah seorang
menampar
temannya. Orang yang kena
tampar, merasa sakit hati, tapi
dengan tanpa
berkata-kata, dia
menulis di atas pasir : HARI INI,
SAHABAT TERBAIKKU
MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai
menemukan sebuah oasis,
dimana mereka
memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena
tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang
namun nyaris tenggelam, dan
berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa
takutnya sudah hilang, dia
menulis di
sebuah batu: HARI INI, SAHABAT
TERBAIKKU MENYELAMATKAN
NYAWAKU. Orang
yang menolong dan menampar
sahabatnya, bertanya, "Kenapa
setelah saya
melukai hatimu, kau menulisnya
di atas pasir, dan sekarang kamu
menulis di batu?" Temannya
sambil tersenyum menjawab,
"Ketika seorang
sahabat melukai kita, kita harus
menulisnya di atas pasir agar
angin
maaf datang berhembus dan
menghapus tulisan tersebut. Dan
bila sesuatu
yang luar biasaterjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati
kita,
agar tidak bisa hilang tertiup
angin."
Cerita di atas, bagaimanapun
tentu saja lebih mudah dibaca
dibandingditerapkan. Begitu
mudahnya kita memutuskan
sebuah pertemanan
\'hanya\' karena sakit hati atas
sebuah perbuatan atau
perkataan yang
menurut kita keterlaluan hingga
menyakiti hati kita. Sebuah sakit
hati
lebih perkasa untuk merusak
dibanding begitu banyak
kebaikan untuk
menjaga. Mungkin ini memang
bagian dari sifat buruk diri kita.
Karena itu, seseorang pernah
memberitahu saya apa yang
harus saya
lakukan ketika saya sakit hati.
Beliau mengatakan ketika sakit
hati
yang paling penting adalah
melihat apakah memang orang
yang menyakiti
hati kita itu tidak kita sakiti
terlebih dahulu.
Bukankah sudah menjadi
kewajaran sifat orang untuk
membalas dendam?
Maka sungguh sangat bisa jadi
kita telah melukai hatinya
terlebih
dahulu dan dia menginginkan
sakit yang sama seperti yang dia
rasakan.
Bisa jadi juga sakit hati kita
karena kesalahan kita sendiri
yang
salah dalam menafsirkan
perkataan atau perbuatan teman
kita. Bisa jadi
kita tersinggung oleh perkataan
sahabat kita yang
dimaksudkannya
sebagai gurauan.
Namun demikian, orang yang
bijak akan selalu mengajari
muridnya untuk
memaafkan kesalahan-kesalahan
saudaranya yang lain. Tapi ini
akan
sungguh sangat berat. Karena itu
beliau mengajari kami untuk
'menyerahkan' sakit itu kepada
Allah -yang begitu jelas dan pasti
mengetahui bagaimana sakit hati
kita- dengan membaca doa, "Ya
Allah,
balaslah kebaikan siapapun yang
telah diberikannya kepada kami
dengan
balasan yang jauh dari yang
mereka bayangkan. Ya Allah,
ampuni
kesalahan-kesalahan saudara-
saudara kami yang pernah
menyakiti hati
kami."
Bukankah Rasulullah pernah
berkata, "Tiga hal di antara
akhlak ahli
surga adalah memaafkan orang
yang telah menganiayamu,
memberi kepada
orang yang mengharamkanmu,
dan berbuat baik kepada orang
yang berbuat
buruk kepadamu".
Karena itu, Saudara-saudaraku,
mungkin aku pernah menyakiti
hatimu dan
kau tidak membalas, dan
mungkin juga kau menyakiti
hatiku karena aku
pernah menyakitimu. Namun
dengan ijin-Nya aku berusaha
memaafkanmu.
Tapi yang aku takutkan kalian
tidak mau memaafkan.Sungguh,
Saudara-saudaraku, dosa-
dosaku kepada Tuhanku telah
menghimpit kedua
sisi tulang rusukku hingga
menyesakkan dada.
Saudara-saudaraku, jika kalian
tidak sanggup mendoakan aku
agar aku
'ada' di hadapan-Nya, maka
ikhlaskan segala kesalahan-
kesalahanku.
Tolong jangan kau tambahkan
kehinaan pada diriku dengan
mengadukan
kepada Tuhan bahwa aku telah
menyakiti hatimu.

Read more

"UMMI"

0

Ketika Ummi sekarang sudah
mulai tua dan renta,
Dan bukanlah seperti Ummi
yang dulu lagi..
Maka berusahalah mengerti
dan bersabarlah sedikit
terhadapnya..
* * *
Ketika pakaian Ummi
sekarang kotor karena
makanan,
dan ketika Ummi lupa cara
memakai pakaian,
Ingatkah kamu bagaimana
Ummi dahulu mengajarimu
berpakaian di waktu kecil..?
Ketika Ummi berkata-kata
tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar,
Maka bersabarlah
mendengarkannya..
Ingatkah kamu ketika kecil,
Ummi harus mengulang cerita
yang telah beribu-ribu kali
diceritakan agar kamu bisa
tertidur..?
* * *
Ketika Ummi memerlukanmu
untuk membantunya,
Janganlah kamu menolak
apalagi marah kepadanya..
Ingatkah kamu sewaktu kecil,
ia harus bersusah payah agar
bisa membantumu berhasil..?
Ketika Ummi tak paham
dengan hal-hal yang baru,
Janganlah kamu sekali-kali
menertawakannya..
Pikirkanlah bagaimana dulu
Ummi begitu sabar menjawab
setiap pertanyaan
“ MENGAPA” darimu..
* * *
Ketika Ummi kini tak dapat
berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang
masih kuat untuk
memapahnya..
Ingatkah kamu sewaktu kecil,
Ummi senantiasa memapahmu
agar kamu bisa belajar
berjalan..
Ketika Ummi lupa akan apa
yang sedang dibicarakan,
Berilah Ummi waktu dan
kesempatan untuk
mengingatnya..
Karena sebenarnya bagi
Ummi, apa yang dibicarakan
tidaklah penting asalkan kamu
disampingnya
mendengarkannya, Ummi
sudah puas..
* * *
Ketika kamu memandang
Ummi mulai menua dan tak
berdaya, janganlah bersedih,
Mengertilah, dukunglah Ummi
seperti Ummi menghadapimu
ketika kamu mulai belajar
melihat kehidupan ini..
Ingatkah waktu itu Ummi
memberi petunjuk bagaimana
cara menjalani kehidupan
ini..?
Sekarang temanilah dirinya
dalam menghabiskan sisa-sisa
hidupnya..
Berilah Ummi ketulusan cinta
dan kesabaranmu, Ummi akan
memberikan senyuman
terindah untukmu,
Dalam senyumnya terdapat
rasa bangga dan kebahagiaan
cinta yang tak terhingga
untukmu..
Yang tak akan lekang oleh
waktu..bahkan ketika ajalnya
telah diambang pintu..
Ummi, Ananda sangat
mencintaimu ….

Read more

sang...PEMAAF...

0

suatu saat datanglah seorang
sahabat kepada rasulullah...
rasulullah berkata padanya,
apakah engkau ingin melihat
salah seorang
penghuni surga...dia belum
meninggal, tapi namanya sudah
tercantum di
pintu surga...
siapakah dia, kata sahabat...
kemudian rasulullah
menunjukkan seorang...
seorang yang cuma kuli panggul
saja...
sang sahabat penasaran...
ia mendatangi si kuli panggul
ini...
ia berkata, sobat bolehkah saya
menginap di rumahmu...
saya tidak punya rumah yang
bagus, kata si kuli panggul...
rumah saya begitu jelek,
lanjutnya...
sahabat berkata, tidak apa-apa...
saya punya masalah dengan
keluarga
saya...
jadi saya perlu tinggal di luar
rumah beberapa saat...
Oooh... boleh saja, kata sang
kuli panggul...
sebenarnya sahabat tidak
mempunyai masalah dengan
keluarganya...
ia hanya ingin mengetahui apa
yang diperbuat sang kuli
panggul di
malam
hari sehingga namanya sudah
tercatat di pintu surga...
padahal ia saja yang setiap
malam bangun sholat dan
berdzikir,
rasulullah
tidak mengatakannya sebagai
penghuni surga...
jadilah sang sahabat menginap di
rumah sang kuli panggul...
malam pertama lewat begitu
saja... sang kuli panggul bahkan
tidak
bangun
malam... ia tidur terlelap saja...
setelah sholat isya...
sang sahabat makin penasaran...
malam kedua juga begitu...
sang kuli terlelap dengan
enaknya...
malahan sampai mendengkur...
ia sama sekali tidak bangun
malam...
sampai malam ketiga tidak ada
perubahan...
sahabat akhirnya mendatangi
rasulullah...
mengadukan semua kejadian
itu...
rasululah berkata, tanyalah
kepadanya mungkin dia punya
amalan
tertentu...
sahabat kembali mendatangi
sang kuli panggul...
si kuli panggul berkata, aku tidak
punya amalan tertentu...
paling-paling tiap malam aku
hanya berdoa pada Allah...
sahabat kembali kepada
rasulullah dan mengatakan
semua itu...
rasulullah berkata, ya doa itulah
yang mengakibatkan ia
tercantum
sebagai
penghuni surga...
sahabat dengan rasa penasaran
yang makin memuncak kembali
mendatangi
si
kuli panggul dan menanyakan
doa apa yang ia panjatkan
setiap malam...
si kuli panggul berkata, di dalam
doa saya berkata bahwa
saya memaafkan
orang-orang yang telah
menyakiti saya, orang-orang
yang berbuat salah
pada
saya baik sengaja maupun tidak
sengaja, sesungguhnya saya
ingin meniru
sifat-sifat Allah, sifat-sifat
pengasih (arrahman) dan
penyayang
(arrahim)
yaitu sifat Allah yang
memaafkan hambanya yang
melakukan kesalahan.
Kemudian saya tidur dengan hati
yang bersih... sehingga tidur
saya pun
begitu nyenyak dan tentram...
sahabat mengatakan semua itu
pada rasulullah...
rasulullah berkata, ya orang itu
tercantum namanya di pintu
surga
karena
doanya itu...
ia adalah orang yang begitu
bersih hatinya...
kebersihan hati dan rasa pemaaf
itulah yang membuat Allah
mencantumkan
namanya di pintu surga...
subhanallah...

Read more

senangkan ORANG TUA'mu ketika msh hidup...

0

BISMILAAHIR RAHMAANIR
RAHIIM
"Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu
jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat
baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah
seorang di antara keduanya atau
kedua-duanya sampai berumur
lanjut dalam pemeliharaanmu,
makasekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya
perkataan "ah" dan janganlah
kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia"
[Al Israa' , ayat 23]
"Dan rendahkanlah dirimu
terhadap mereka berdua dengan
penuh kesayangan dan
ucapkanlah: "Wahai Tuhanku,
kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku waktu kecil."
[Al Israa' , ayat 24 ]Usia ayah
telah mencapai 70 tahun, namun
tubuhnya masih kuat. Dia
mampu mengendarai sepeda ke
pasar yang jauhnya lebih kurang
2 kilometer untuk belanja
keperluan sehari-hari. Sejak
meninggalnya ibu pada 6 tahun
lalu, ayah sendirian di kampung.
Oleh karena itu kami kakak-
beradik 5 orang bergiliran
menjenguknya.
Kami semua sudah berkeluarga
dan tinggal jauh dari kampung
halaman di Teluk Intan. Sebagai
anak sulung, saya memiliki
tanggung jawab yang lebih
besar. Setiap kali saya
menjenguknya, setiap kali itulah
istri saya mengajaknya tinggal
bersama kami di Kuala Lumpur.
"Nggak usah. lain kali
saja.!"jawab ayah. Jawaban itu
yang selalu diberikan kepada
kami saat mengajaknya pindah.
Kadang-kadang ayah mengalah
dan mau menginap bersama
kami, namun 2 hari kemudian
dia minta diantar balik. Ada-ada
saja alasannya.
Suatu hari Januari lalu, ayah
mau ikut saya ke Kuala Lumpur.
Kebetulan sekolah masih libur,
maka anak-anak saya sering
bermain dan bersenda-gurau
dengan kakek mereka.
Memasuki hari ketiga, ia mulai
minta pulang. Seperti biasa, ada-
ada saja alasan yang
diberikannya. "Saya sibuk, ayah.
tak boleh ambil cuti. Tunggulah
sebentar lagi. akhir minggu ini
saya akan antar ayah," balas
saya. Anak-anak saya ikut
membujuk kakek mereka.
"Biarlah ayah pulang sendiri jika
kamu sibuk. Tolong belikan tiket
bus saja yah." katanya yang
membuat saya bertambah kesal.
Memang ayah pernah berkali-
kali pulang naik bus sendirian.
"Nggak usah saja yah." bujuk
saya saat makan malam. Ayah
diam dan lalu masuk ke kamar
bersama cucu-cucunya. Esok
paginya saat saya hendak
berangkat ke kantor, ayah sekali
lagi minta saya untuk
membelikannya tiket bus. "Ayah
ini benar-benar nggak mau
mengerti yah. saya sedang sibuk,
sibuuukkkk!!!" balas saya terus
keluar menghidupkan mobil.
Saya tinggalkan ayah terdiam di
muka pintu. Sedih hati saya
melihat mukanya. Di dalam
mobil, istri saya lalu berkata,
"Mengapa bersikap kasar
kepada ayah? Bicaralah baik-
baik! Kasihan khan dia.!" Saya
terus membisu.
Sebelum istri saya turun
setibanya di kantor, dia
berpesan agar saya penuhi
permintaan ayah. "Jangan lupa,
Pa.. belikan tiket buat ayah,"
katanya singkat. Di kantor saya
termenung cukup lama. Lalu
saya meminta ijin untuk keluar
kantor membeli tiket bus buat
ayah.
Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah
dan minta ayah untuk bersiap.
"Bus berangkat pk. 14.00," kata
saya singkat. Saya memang saat
itu bersikap agak kasar karena
didorong rasa marah akibat
sikap keras kepala ayah. Ayah
tanpa banyak bicara lalu segera
berbenah. Dia masukkan baju-
bajunya kedalam tas dan kami
berangkat. Selama dalam
perjalanan, kami tak berbicara
sepatah kata pun.
Saat itu ayah tahu bahwa saya
sedang marah. Ia pun enggan
menyapa saya.! Setibanya di
stasiun, saya lalu mengantarnya
ke bus. Setelah itu saya Pamit
dan terus turun dari bus. Ayah
tidak mau melihat saya, matanya
memandang keluar jendela.
Setelah bus berangkat, saya lalu
kembali ke mobil. Saat melewati
halaman stasiun, saya melihat
tumpukan kue pisang di atas
meja dagangan dekat stasiun.
Langkah saya lalu terhenti dan
teringat ayah yang sangat
menyukai kue itu. Setiap kali ia
pulang ke kampung, ia selalu
minta dibelikan kue itu. Tapi hari
itu ayah tidak minta apa pun.
Saya lalu segera pulang. Tiba di
rumah, perasaan menjadi tak
menentu. Ingat pekerjaan di
kantor, ingat ayah yang sedang
dalam perjalanan, ingat Istri
yang berada di kantornya.
Malam itu sekali lagi saya
mempertahankan ego saya saat
istri meminta saya menelpon
ayah di kampung seperti yang
biasa saya lakukan setiap kali
ayah pulang dengan bus. Malam
berikutnya, istri bertanya lagi
apakah ayah sudah saya
hubungi. "Nggak mungkin belum
tiba," jawab saya sambil
meninggikan suara.
Dini hari itu, saya menerima
telepon dari rumah sakit Teluk
Intan. "Ayah sudah tiada." kata
sepupu saya disana. "Beliau
meninggal 5 menit yang lalu
setelah mengalami sesak nafas
saat Maghrib tadi." Ia lalu
meminta saya agar segera
pulang. Saya lalu jatuh terduduk
di lantai dengan gagang telepon
masih di tangan. Istri lalu segera
datang dan bertanya, "Ada apa,
bang?" Saya hanya menggeleng-
geleng dan setelah agak lama
baru bisa berkata, "Ayah sudah
tiada!!"
Setibanya di kampung, saya tak
henti-hentinya menangis.
Barulah saat Itu saya sadar
betapa berharganya seorang
ayah dalam hidup ini. Kue
pisang, kata-kata saya kepada
ayah, sikapnya sewaktu di
rumah, kata-kata istri mengenai
ayah silih berganti menyerbu
pikiran.
Hanya Tuhan yang tahu betapa
luluhnya hati saya jika teringat
hal itu. Saya sangat merasa
kehilangan ayah yang pernah
menjadi tempat saya
mencurahkan perasaan, seorang
teman yang sangat pengertian
dan ayah yang sangat mengerti
akan anak-anaknya. Mengapa
saya tidak dapat merasakan
perasaan seorang tua yang
merindukan belaian kasih sayang
anak-anaknya sebelum
meninggalkannya buat selama-
lamanya.
Sekarang 5 tahun telah berlalu.
Setiap kali pulang ke kampung,
hati saya bagai terobek-robek
saat memandang nisan di atas
pusara ayah. Saya tidak dapat
menahan air mata jika teringat
semua peristiwa pada saat-saat
akhir saya bersamanya. Saya
merasa sangat bersalah dan
tidak dapat memaafkan diri ini.
Benar kata orang, kalau hendak
berbakti sebaiknya sewaktu ayah
dan ibu masih hidup. Jika sudah
tiada, menangis airmata darah
sekalipun tidak berarti lagi.
Kepada pembaca yang masih
memiliki orangtua, jagalah
perasaan mereka.
Kasihilah mereka sebagaimana
mereka merawat kita sewaktu
kecil dulu.

Read more

AIR MATA ROSULLULOH...

0

BISMILLAAHIR RAHMAANIR
RAHIIM
Muhammad itu tidak lain
hanyalah seorang Rasul,
sungguh telah berlalu
sebelumnya beberapa orang
Rasul. Apakah Jika dia wafat
atau dibunuh kamu berbalik
ke belakang (murtad)?
Barangsiapa yang berbalik ke
belakang, maka ia tidak dapat
mendatangkan mudharat
kepada Allah sedikitpun, dan
Allah akan memberi balasan
kepada orang-orang yang
bersyukur."
[Ali 'Imran , ayat 144 ]
Tiba-tiba dari luar pintu
terdengar seorang yang berseru
mengucapkan salam. "Bolehkah
saya masuk?" tanyanya. Tapi
Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku
sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan
menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah
membuka mata dan bertanya
pada Fatimah, "Siapakah itu
wahai anakku?" "Tak tahulah
ayahku, orang sepertinya baru
sekali ini aku melihatnya," tutur
Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap
puterinya itu dengan pandangan
yang menggetarkan. Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah
anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang
menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di
dunia. Dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah, Fatimah pun
menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tidak
ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang
sebelumnya sudah bersiap di
atas langit dunia menyambut
ruh kekasih Allah dan penghulu
dunia ini. "Jibril, jelaskan apa
hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah. "Pintu-pintu
langit telah terbuka, para
malaikat telah menanti ruhmu.
Semua syurga terbuka lebar
menanti kedatanganmu," kata
Jibril. Tapi itu ternyata tidak
membuatkan Rasulullah lega,
matanya masih penuh
kecemasan.
"Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?" Tanya
Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku
bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar
Allah berfirman kepadaku:
'Kuharamkan syurga bagi siapa
saja, kecuali umat Muhammad
telah berada di dalamnya," kata
Jibril.
Detik-detik semakin dekat,
saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh
Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul
maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di
sampingnya menunduk semakin
dalam dan Jibril memalingkan
muka. "Jijikkah kau melihatku,
hingga kau palingkan wajahmu
Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat
kekasih Allah direnggut ajal,"
kata Jibril. Sebentar kemudian
terdengar Rasulullah mengaduh,
karena sakit yang tidak
tertahankan lagi. "Ya Allah,
dahsyat nian maut ini, timpakan
saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku.
"Badan Rasulullah mulai ding! in,
kaki dan dadanya sudah tidak
bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak
membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa
malakat aimanuku - peliharalah
shalat dan peliharalah orang-
orang lemah di antaramu." Di
luar pintu tangis mulai terdengar
bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah
menutupkan tangan di
wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir
Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?" -
"Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia
mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai
sepertinya? Allahumma sholli
'ala Muhammad wa baarik wa
salim 'alaihi Betapa cintanya
Rasulullah kepada kita.
(I Love U Muhammad)

Read more

UN=Ujian imaN

0

Kali ini akan bercerita
atau Membahas UN = Ujian imaN,
Okey Cekidot deh >>
Sore itu seperti biasa Ranid datang ke
SMA nya dahulu tempat ia menuntut
ilmu untuk mengajarkan tentang
tahsinul Quran. Murid-muridnya
ialah sekelompok pelajar ikhwan
kelas XII. Mengetahui para binaannya
akan mengahadapi UN pada senin
tanggal 18 April mendatang, maka
Ranid pun menanyakan tentang
bagaimana kesiapan mereka dalam
menghadapi ujian tersebut,
”UN sudah senin depan, Gimana
persiapan buat UN nya nih?” tanya
Ranid kepada seluruh 'binaan'-nya
tersebut. ”Alhamdulillah Kak kita
sudah dapet bocorannya,” jawab
Andi salah satu binaannya dengan
polos. Mendengar jawaban tersebut
Ranid hanya tersenyum, untuk sesaat
ia kaget mendengar jawaban
binaannya tersebut.
”Maksiat koq Alhamdulillah?” tanya
Ranid dalam kepala yang penuh
dengan kumpulan pikirannya. Ia
menyamakan jawaban binaannya
tersebut dengan logika seorang
koruptor yang mengucapkan syukur
ketika ia sedang mendapat sebuah
”proyek” yang besar.
”Koq Bisa?” tanya Ranid lebih lanjut
bermaksud menyelidiki. Kali ini Dika
yang menjawab ”iya Kak bukan kita
aja, semua juga udah pada dapet,
anak-anak yang lain pada patungan
masing-masing 80 ribu per siswa buat
beli bocorannya itu. ”
”Trus kenapa antum pada ikutan?”
tanya Ranid kembali. ”Abisnya mau
gimana lagi Kak, ini kan penentuan
kita belajar selama 3 tahun di SMA !”
jawab Niko bermaksud membela diri
dan teman-temannya di hadapan
Ranid.
Ranid menghela nafas sebentar.
”Alhamdulillah dulu ketika ane UN,
Allah menyelamatkan ane dari
godaan bocoran tersebut. Kalo
antum pikir sebetulnya bocoran itu
sangat tidak mengenakan. Coba
antum bayangin rumah antum yang
bocor? Mau tidur gak bisa tidur,
bawaannya gelisah terus, serasa ada
yang membuat kita gak nyaman
mungkin air yang menetes terus atau
debu yang berterbangan masuk
kedalam. Pokoknya bikin kita gak
nyaman. ”
”Sama halnya dengan bocoran UN,
ketika antum masuk kelas antum
bakal gelisah takut ketahuan-lah, ini-
lah, itu-lah. Ketika kepingin buka
bocoran perasaaan kita selalu ada
yang ngawasin. Mungkin kita pikir
pengawasnya lagi melihat ke arah
kita walau sebetulnya mungkin lagi
lihat cicak yang sedang nempel di
tembok. Mungkin kalau kita hitung-
hitung lebih lama kita melihat ke
arah pengawas ketimbang kita
melihat soal ujian. ”
”Belum lagi nanti pas sudah selesai
UN, perasaan kita deg-deg an merasa
bahwa kita sudah berhasil menipu
Allah, kedua malaikatNya, telah
mengkhianati RasulNya. Dan ketika
nanti lulus pun perasaan kita biasa-
biasa saja tidak ada perasaan syukur
yang mendalam sangat berbeda jika
kita mengerjakannya tanpa melihat
bocoran. ”
Dodi membalas komentar Ranid,
” Gak apa-apa kak Cuma sekali ini
aja..”
Ranid membalas argumen Dodi, ”ane
inget kata-kata nya Ibu Espita Guru
Bahasa inggris seorang non-muslim,
beliau berkata negeri ini butuh orang
jujur bukan orang yang pintar. Lain
lagi dengan salah satu aktivis
mahasiswa yang juga non-muslim
Soe Hok Gie yang pernah bilang
bahwa lebih baik mati dalam penjara
daripada hidup dalam kemunafikan. ”
”Yaa, kalau mereka saja yang
berbeda agama begitu tinggi
komitmennya terhadap sebuah nilai
kejujuran masa kita yang kata Quran
umat terbaik kalah sama mereka.
Ingat akh tantangan kejujuran
” nanti” akan lebih sulit ketimbang
yang antum akan hadapi ketika UN.
Antum sekarang masih hanya
berhadapan dengan sebuah kertas
bernama Ijazah belum selembar atau
beberapa lembar kertas yang
bernama uang. Betapa banyak orang
sholih yang ketika mereka masih
menjadi pelajar dan mahasiswa
sangat jujur, idealismenya begitu
tinggi, ketika masih kuliah mereka
sering berdemo menuntut para
pejabat agar jujur dalam mengelola
negara. Tapi pada kenyatannya
sekarang tidak sedikit pula dari
mereka yang malah berkompromi
dalam jaringan mafia di republik ini.”
”Tapi kalo kita gak liat, gak adil dong
Kak masa yang lain pada nyontek
sedangkan kita nggak. ” Kali ini Andi
yang mencoba membela diri.
”Antum iri akh sama maksiat? Dalam
sebuah riwayat dikatakan bahwa
kalau kita mau iri boleh terhadap
dua hal yakni orang yang diberi ilmu
alquran dan ia baca di siang maupun
malam dan satu lagi terhadap orang
yang diberi harta lantas ia
mnyedekahkan hartanya baik siang
maupun malam. Benarlah apa yang
dikatakan Al Quran dalam surat Al
An ’am ayat 116 'Dan jika kamu
mengikuti kebanyakan orang di
muka bumi ini, niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah.
Yang mereka ikuti hanya prasangka
belaka dan mereka hanyalah
membuat kebohongan'. ”
”pelajar yang menyontek adalah
seorang pelajar yang menganggap
dirinya bodoh, maka dengan
demikian ia berusaha mencari jalan
pintas untuk menutupi
kebodohannya itu. Sama seperti
koruptor yang menganggap dirinya
miskin dan dengan demikian ia
berusaha mencari jalan pintas untuk
menutupi apa-apa yang ia anggap
miskin tersebut. ”
Dodi kembali mencoba membalas
argumen Ranid dengan mengharap
persetujuan Ranid, ”Tapi kak, kalo
kita gak lulus apa tanggapan ortu,
guru, dan orang-orang sekitar nanti
kak?Muka kita mau dipasang dimana
kak ?”
Ranid kembali melayani argumen
binannya tersebut, ”bukankah Rasul
SAW dianggap gila oleh kafir Quraisy
ketika beliau SAW berusaha
menyuarakan kebenaran? Bahkan
umat-umat terdahulu ada yang
diberi ujian berupa disisir rkepalanya
dari sisir besi, digergaji badannya
dibakar seperti ashhabul ukhdud.
Apa antum rela menukar Ridho Allah
dengan ridho yang lain? Ridho
Rhoma mungkin ?” (Ranid mencoba
menurunkan tensi diskusi)
”pesan ane pribadi menyonteklah
kalian jika kalian hanya merasa
diawasi oleh guru pengawas karena
mata mereka hanya ada dua, akan
tetapi jika kalian merasa bahwa yang
mengawasi Allah SWT maka tidak
ada satu tempat pun yang Ia tidak
ketahui hatta sampai lubang semut
pun. Ane tetap mendoakan agar
kalian mendapatkan yang terbaik
menurut Allah, karena Allah maha
bijaksana, maha tahu, dan maha
berkehendak atas segala sesuatu.
Bukankah kita sering membaca
firmannya dalam Surat Al Baqoroh
216 ”boleh jadi kamu tidak
menyenangi sesuatu padahal itu baik
bagimu. Dan boleh jadi kamu
menyukaisesuatu padahal itu tidak
baik bagimu. Allah maha mengetahui
sedang kamu tidak mengetahui'. Wa
Allahu A ’lam Bi Showab.”
Ranid pun mengakhiri diskusi dengan
binaannya. Ia melihat tanda-tanda
wajah para binaannya yang
melukiskan perasaan tertekan karena
sistem yang ada. Ranid hanya bisa
berharap bahwa nanti ketika UN
Allah menaungi mereka dengan
limpahan berkah serta RahmatNya.

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting